Anggota DPR Minta BNPT Beri Deadline Penangkapan Santoso

Anggota DPR Minta BNPT Beri Deadline Penangkapan SantosoSantoso masih buron di hutan Poso @kompas.com

Komjen Tito Karnavian yang baru dilantik sebagai kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) didesak DPR untuk segera memberi kepastian kapan bisa membekuk Santoso dan kelompoknya.

Anggota Komisi III Sumi Dasco Ahmad berharap agar BNPT di bawah komando Komjen Tito Karnavian bisa segera menangkap kelompok Santoso. Jika perlu, BNPT memberi tenggat waktu alias deadline penangkapan Santoso.

"Memang kondisi hutan pegunungan yang lebat tempat Santoso bersembunyi menjadi hambatan utama, namun Komjen Tito Karnavian yang selama ini kita kenal sebagai orang lapangan, pasti tahu bahwa saat ini adalah kesempatan yang terbaik untuk menangkap Santoso dan kelompoknya yang tersisa," ujar Dasco, di Jakarta, Senin (18/4).

Politikus Gerindra ini menilai jika penangkapan Santoso bukan hanya berarti penegakkan hukum semata, namun sekaligus kampanye nyata bahwa saat ini dan di masa mendatang negara tidak akan kalah dengan terorisme.

Sumi Dasco juga menegaskan bahwa BNPT menjalankan dua tugasnya yang diatur dalam Inpres Nomor 46 Tahun 2010, yakni melakukan pencegahan dan penindakan aksi terorisme.

Menurut laporan terbaru yang dilansir akun Facebook Divisi Humas Polri, saat ini jumlah kelompok Santoso semakin berkurang, yakni tersisa 27 orang.

"Kalau dengan DPO kemarin, sudah berkurang dua orang, Jadi kalau hitungan kita, 29 orang dikurangin 2, tinggal 27 orang," kata Kabid Humas Polda Sulteng AKBP Hari Suprapto.

Sebelumnya polisi telah menangkap dua pengikut Santoso, Ibadurrahman alias Ibad alias Amru dan Muhammad Sulaeman alias Sul alias ifan, Jumat lalu.

"Kalau si Amru itu udah lama (bergabung), dari awal DPO sudah ada itu. Setidaknya dua tahun dia ada terus, termasuk lama dia itu walaupun usianya muda," ujarnya.

(BACA: Foto Mirip Mayat Santoso di Hutan, Polisi: Tidak Benar!)

Nay