Curhat Mahasiswa Gagal Masuk IPDN: Diminta Bayar Rp 150 Juta

Kamis, 14 April 2016 15:30
Curhat Mahasiswa Gagal Masuk IPDN: Diminta Bayar Rp 150 JutaMahasiwa IPDN @kompas.com

Menjadi mahasiswa Institut Pemerintah Dalam Negeri (IPDN) merupakan impian banyak pelajar di negeri ini. Namun, meski milik pemerintah, banyak kabar tak mengenakan soal mahalnya masuk ke IPDN.

Hal itu diceritakan oleh Rantona, mahasiswa Universitas Padjadjaran (Unpad), Bandung di depan Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo.

"Dua kali saya daftar IPDN dari provinsi saya," ujar Rantona dalam Kuliah Umum Fakultas Ilmu Komunikasi (Fikom) Unpad di Jatinangor, Sumedang, Jawa Barat, Rabu (13/4).

"Kalau lulus, saya harus membayar sekian (Rp 150 juta). Karena orangtua saya susah, serta demi bangsa dan negara, saya mengalah dan menolak permintaan tersebut," ungkap mahasiswa asal Aceh ini.

Rupanya Rantona tidak sendiri, dia juga mendapat cerita yang sama dari rekannya di Unpad yang gagal masuk IPDN karena dimintai biaya hingga Rp 200 juta.

Rantona pun mempertanyakan rekrutmen yang sarat KKN itu. Dia sepakat dengan sikap Gubernur Ahok yang menilai IPDN tidak penting.

"Di Indonesia banyak lulusan ilmu pemerintahan yang lain. Apakah IPDN bisa lebih menyejahterakan dibanding yang lain?" tuturnya.

Menanggapi cerita miris Rantona, Menteri Tjahjo tak menampik kabar tersebut. Oleh sebab itu, mulai 2015 seluruh perekrutan dilaksanakan secara online, tidak ada tatap muka.

"Tidak ada jatah-jatahan, tetapi harus lulus tes, dan pendaftaran dilakukan online," imbuhnya.

(Nay)
Komentar