Penjelasan TNI Soal Iringan Serempet Mobil Warga

Penjelasan TNI Soal Iringan Serempet Mobil WargaMobil TNI yang menyerempet mobil Nova @merdeka.com

Curhatan Nova Ridho Sisprasojo di Facebook yang mengalami kejadian tak mengenakan dengan iring-iringan mobil perwira TNI menjadi viral di media sosial. Bagian depan mobil Nova ringsek diserempet mobil Toyota Fortuner dan tidak mendapat ganti rugi.

Tekait kejadian ini, Kepala Penerangan Divif 2 Kostrad, Kapten Inf Bonny Vidri Anggoro menyesalkan tulisan Nova di Facebook yang terkesan memojokkan TNI. Bonny mengatakan keterangan Nova tersebut merupakan satu sisi menurut versinya sendiri. Padahal, apa yang sebenarnya terjadi di lapangan tidak seperti itu.

Berikut penjelasan lengkap Kostrad menyoal iring-iringan TNI yang merusak mobil Nova tersebut:

"Selamat sore dan salam sejahtera bagi kita sekalian.

Sebelumnya saya mohon maaf untuk mengklarifikasi cerita yang di posting saudara Nova Ridho Sisprasojo di akun Facebooknya tentang Konvoi Polisi Militer Lawang. Menurut saya apa yang disampaikan oleh Sdr. Nova Ridho Sisprasojo terlalu berlebihan dan tidak sesuai dengan situasi dan fakta di lapangan. Sdr. Nova Ridho Sisprasojo tidak jujur dalam mengungkapkan ceritanya. Sepintas dengan gaya bahasa yang begitu meyakinkan, tentunya bisa membuat siapa saja yang membacanya akan menyalahkan petugas. Tapi di sisi lain kita pun tentunya harus bijak dan lebih pintar dalam menyikapi apa yang di kisahkan oleh Sdr. Nova Ridho Sisprasojo.

Menurut fakta dan data, sbb :

1. Bahwa Sdr. Nova Ridho Sisprasojo TIDAK MEMILIKI SIM A sebagai persyaratan utama bagi pengemudi kendaraan di jalan raya. Tentunya Sdr. Nova Ridho Sisprasojo harus bersyukur karena tidak sampai dilimpahkan ke unit Laka Lantas.

2. Sesuai pada undang-undang pengawalan, bahwa melakukan pengawalan di jalan dengan sendirinya disertai pengenaan kewajiban kepada pengguna jalan lain untuk memberikan prioritas kepada kendaraan yang dikawal.

3. Dalam Peraturan pemerintah disebutkan, bahwa pemakai jalan wajib mendahulukan sesuai urutan prioritas sebagai berikut :

a. Kendaraan pemadam kebakaran yang sedang melaksanakan tugas.

b. Ambulans yang mengangkut orang sakit.

c. Kendaraan untuk memberi pertolongan pada kecelakaan lalu lintas.

d. Kendaraan Kepala Negara (Presiden dan Wakil Presiden) atau Pemerintah asing yang menjadi tamu negara.

e. Iring-iringan pengantar jenazah.

f. Konvoi, pawai atau kendaraan orang cacat.

g. Kendaraan yang penggunaannya untuk keperluan khusus atau mengangkut barang-barang khusus.

4. Jika melihat dari kondisi kerusakan kendaraan Sdr. Nova Ridho Sisprasojo, terletak pada bagian bumper kanan depan. Sedangkan kendaraan Fortuner kerusakannya terletak pada bumper kiri belakang (bukan bagian tengah). Sehingga bisa disimpulkan bahwa Sdr. Nova Ridho Sisprasojo kemungkinan tidak mau memberikan kesempatan bagi kendaraan yang dikawal, ATAU dia berusaha untuk masuk ke dalam konvoi.

5. Menurut saksi mata (Masyarakat) yang berada di TKP, bahwa Sdr. Nova Ridho Sisprasojo berusaha menghentikan konvoi dengan cara terus menerus membunyikan klakson sambil terus mengikuti konvoi.

6. Menurut saksi mata (Masyarakat) yang berada di TKP, bahwa Sdr. Nova Ridho Sisprasojo telah bersikap arogan dengan berkacak pinggang, menunjuk-nunjuk dan membentak-bentak petugas serta memaki petugas dengan kata-kata tidak pantas. Wajar saja apabila dia harus dikatakan Monyet (maaf).

7. Masalah telah diselesaikan secara baik dan kekeluargaan, serta dengan sikap saling memaafkan oleh kedua belah pihak. Namun yang disayangkan ternyata Sdr. Nova Ridho Sisprasojo tidak berjiwa ksatria dengan cara memposting cerita di Media Sosial dengan tidak jujur.

8. Ruangan 3 x 3 yang diceritakan Sdr. Nova Ridho Sisprasojo adalah ruang tamu yang memang diperuntukkan bagi tamu. Sdr. Nova Ridho Sisprasojo diperlakukan dengan baik layaknya seorang tamu. Dan petugas saat itu hanya berjumlah 5 orang. Bukan 10 orang seperti yang di ceritakan Sdr. Nova Ridho Sisprasojo.

Demikian klarifikasi yang saya buat, semoga dapat menjadikan kita untuk lebih mawas diri dalam menilai dan menyikapi setiap bentuk informasi negatif yang dapat memecah belah keutuhan, persatuan dan kesatuan kita semua. Terimakasih."

(BACA: Mobil Ringsek Diserempet Iringan TNI, Nova Malah Dibentak)

Nay