Mobil Ringsek Diserempet Iringan TNI, Nova Malah Dibentak

Mobil Ringsek Diserempet Iringan TNI, Nova Malah DibentakMobil Nova ringsek diserempet mobil TNI @kaskus.co.id

Aksi tak mengenakan yang dilakukan Polisi Militer menimpa Nova Ridho Sisprasojo saat melintas di jalan raya Lawang- Malang. Mobilnya baret diserempet kendaraan perwira TNI.

"Shame on you, Konvoi Polisi Militer Lawang, Kab. Malang, " tulis Nova di akun Facebooknya, Selasa (12/4).

Peristiwa itu dia alami Minggu lalu dalam perjalanan pulang ke Gresik sekitar pukul 13.00 siang. Nova sendiri sudah meminggirkan mobilnya saat mendengar suara sirene.

"Posisi saya ada di lajur paling kiri dari 2 lajur yang mengarah ke Malang. Saya pun menepi ke kiri perlahan, pemimpin kawalan sang polisi PM ber-moge pun lewat dengan lancar di sebelah kanan mobil saya," tulis Nova.

Namun mendekati Stasiun Lawang, mobil Toyota Fortuner berada sejajar dengan mobilnya langsung memotong jalur sehingga menyenggol bagian depan mobil Nova dan mengakibatkan bumper depan sampai terbuka.

Mendapati mobilnya rusak, Nova meminta sopir Toyota itu bertanggung jawab. Eh, belum selesai, muncul pengawal berseragam PM menggunakan motor yang langsung membentak. PM itu juga sempat mendorong tubuh Nova.

"PM tersebut, yang sayang sekali badge nama-nya tertutup rompi, menantang saya untuk berduel, katanya sih, dia pengen menyelesaikan secara laki-laki. Nah, apakah saya salah kalo oknum Polisi Militer seperti ini adalah manusia dengan otak yang cekak? yang menjadikan status militernya sebagai orang yang superior dan punya kuasa atas orang sipil? Selalu ingin mempersingkat penyelesaian masalah dengan otot? Yang lebih tepat mungkin cara tidak elegan dan berwibawa, sebagai seorang pengayom masyarakat," keluhnya.

Mendapat pembelaan dari PM, sopir tadi ikut membentak. Dia lantas melaporkan kejadian itu menurut versinya sendiri. "Polisi Militer tersebut menelepon atasannya, dan saya mendengar ada perkataan seperti ini 'Lapor Ndan, mobil komandan ditabrak orang di Lawang'."

Nova lalu diajak menyelesaikan masalah itu di Kantor POM Lawang. Dia pun mengiyakannya. Di sana, dia ditempatkan di ruangan berukuran 3x3 meter dan ditemui empat orang.

"Satu per satu mereka menginterogasi saya, seolah saya yang jadi tersangka. Dengan nada keras, ngotot, dan cenderung menyalahkan," urainya.

Sempat Nova ditawari untuk menyelesaikan kejadian ini di unit Laka Lantas.

"Biar cepat selesai, bagaimana kalo kita berikan kepada yang berwenang saja, unit LAKA LANTAS."

Nova pun akhirnya memutuskan untuk menyudahi semuanya dan merasa upayanya menuntut ganti rugi bakal sia-sia.

"Begitu saya memutuskan untuk menyudahi semuanya, tampak raut wajah yang semula suram, menjadi melembut secantik ibu peri. Polisi PM yang tadi mengatai saya "Monyet" akhirnya memuji2 saya dan berkata manis layaknya pedekate sama cewek."

"Bahkan saya ditawarkan untuk diantar keluar, dan ikut masuk pengawalan, karena rombongan akan kembali lagi meluncur. "

"Sekali lagi, YTh pemilik kendaraan Toyota Fortuner B 64 NIP plat hitam, saya tidak menyalahkan Anda sebagai pemilik. Tapi saya ingin Anda menjewer kuping supir buncit anda, dan memberikan kecupan manis kepada Polisi PM yang mengawal mobil Anda."

"Saya memang mengalah, tapi bukan berarti saya kalah. Saya prihatin Satuan Anda tidak bisa berdiskusi secara cerdas, dan mengutamakan otot serta Arogansi semata."

Sementara itu, pihak Mabes TNI AD berjanji akan mengusut kasus ini.

Nay