Dianggap Ajarkan Kriminal, Estonia Larang Al Quran di Tempat Umum

Dianggap Ajarkan Kriminal, Estonia Larang Al Quran di Tempat UmumIlustrasi @kompas.com

Politisi Estonia mengajukan rancangan undang-undang yang melarang Al Quran di tempat umum. Kristiina Ojuland, menilai kitab suci umat Islam itu mengandung "sisi negatif dan kriminal" sehingga membahayakan keselamatan warga Estonia.

"Hari ini, sisi negatif dan kriminal Islam terlalu kuat sehingga kami memandang bahwa tindakan ini sangat penting untuk menjamin keselamatan warga negara kita, khususnya anak-anak dan wanita," ujar Ojuland, yang juga pernah menjabat sebagai menteri luar negeri Estonia pada 2002-2005.

Partai tempatnya bernaung, Partai Persatuan Rakyat (PUP) khawatir dengan meningkatnya jumlah pengungsi yang tiba di Uni Eropa, terutama Estonia.

"Kami memutuskan untuk mulai mengumpulkan informasi dari warga tentang kasus-kasus pelecehan dan penyerangan, yang tak diliput media arus utama," kata ketua PUP di Parnu, Triin Raidmets.

Bulan lalu, kelompok anti imigran "Soldiers of Odin", mengadakan pertemuan dan menyepakati dilakukan patroli rutin untuk menolak kedatangan para pengungsi dan mengawasi pergerakan mereka. Demikian dilansir dari the Guardian, Senin (4/4).

Nay