Harga BBM Turun Tidak Ngefek, Sembako & Angkot Tetap Mahal

Harga BBM Turun Tidak Ngefek, Sembako & Angkot Tetap MahalHarga sembako kian naik meski BBM turun @tribunnews.com

Penurunan harga bahan bakar minyak (BBM) tidak berpengaruh pada harga sembilan bahan pokok atau sembako. Bahkan, harga sembako justru melonjak naik. Hal itu terjadi pada beras dan gula.

Beras semula Rp 10 ribu per kg kini menjadi Rp 11 per kg. Sementara gula curah, awalnya Rp 12 ribu per kg menjadi Rp 13 ribu per kg.

"Rata-rata naik Rp1.000," ujar Nani, seorang pengunjung Pasar Km 5, Kota Palembang.

Nani mengakui jika penurunan harga BBM tidak ngefek pada harga sembako.

"Paling yang turun harga telur. Ayam saja naik lagi Rp 26 ribu per kg," keluhnya.

Hal serupa juga disampaikan pembeli lain, Mega. "Apalagi beras merek, tambah mahal,"katanya.

"Harga kalau sudah naik, susah turun. Kalau BBM naik, harga naik cepet nian," cetusnya.

Sementara pedagang sembako di Pasar KM 5 menjual gula per kg Rp 13 ribu. Dia mengaku gula mengalami kenaikan sejak pekan lalu, sebesar Rp 1.000 dari semula Rp 12 ribu.

"Harga beras juga bertahap naik, pemicunya mungkin tidak banyak yang panen beras," tukasnya.

Hal lain juga terlihat dari tarif angkutan umum di Jakarta yang tidak menunjukan tanda-tanda penurunan. Kondisi itu dijelaskan oleh Kepala Dinas Perhubungan Andri Yansyah. Menurutnya, penurunan tarif angkot sulit sebab harga BBM hanya turun sedikit.

"Sama kemarin konsultasi dengan Organda mereka akan mengikuti tarif harga BBM, tapi susah juga. Harga BBM turun 3% turun Rp 200 nanti jadi berantem kalau masalah Rp 200, sekarang kan Rp 4.000 nih bayar bus kembali Rp 200 perak berantem nanti," kata Andri.

Dia menambahkan, penurunan tarif angkutan karena selisih harga BBM sulit dilakukan. "Jadi begini sebenarnya kenaikan harga ahlinya yang bisa jawab. Kenaikan itu sudah jauh-jauh dihitung, bisa dari biaya operasional dan sarannya," imbuhnya.

Seperti diketahui, Pemerintah menurunkan harga BBM pada Jumat 1 April kemarin. Harga BBM jenis Premium dan Solar masing-masing Rp 500 per liter.

Nay