Filipina Tolak Bantuan TNI Selamatkan WNI Disandera Abu Sayyaf

Filipina Tolak Bantuan TNI Selamatkan WNI Disandera Abu SayyafKelompok Abu Sayyaf @liputan6.com

Tawaran Pemerintah Indonesia untuk Filipina menyelamatkan 10 WNI yang disandera kelompok Abu Sayyaf mendapat penolakan.

Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Sutiyoso mengatakan, Filipina menolak karena mereka memiliki harga diri yang tinggi.

"Ya mereka mungkin harga diri, reputasi jadi pertimbangan segala macam," kata Sutiyoso di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (31/3).

Sutiyoso menambahkan, Indonesia akan bersikap sama jika dalam posisi Filipina. Filipina sendiri mengatakan tak bisa membiarkan pasukan bersenjata negara lain masuk ke wilayahnya tanpa ada perjanjian khusus.

"Ya, kalau ada penyanderaan di sini ya kita selesaikan sendiri, makanya itu perlu koordinasi," tegas mantan Gubernur DKI Jakarta ini.

Terkait penolakan tersebut, Presiden Jokowi langsung menelepon Presiden Filipina Benigno Aquino III.

"‎Lagi ada pembicaraan antara presiden kita dan presiden mereka," kata Sutiyoso.

Sebelumnya beredar video dari salah satu anggota Abu Sayyaf yang mengancam akan membunuh 10 sandera WNI jika tuntutan tebusan Rp 15 miliar tidak dibayar paling lambat 8 April atau Senin pekan depan.

Kelompok Abu Sayyaf yang memiliki nama lain Al Harakat Al Islamiyyah ini beranggotakan milisi Islam yang berbasis di sekitar kepulauan selatan Filipina, antara lain Jolo, Basilan, dan Mindanao. Demikian dilansir dari berbagai sumber.

Nay