Jadi Presiden AS, Trump Janji Penjarakan Wanita Aborsi

Jadi Presiden AS, Trump Janji Penjarakan Wanita AborsiDonald Trump @cnn.com

Kandidat calon Presiden AS Donald Trump berjanji jika terpilih akan menjebloskan wanita pelaku aborsi ke penjara dan memberikan hukuman berat.

"Aborsi harus dibuat ilegal dan perempuan yang melakukan aborsi harus menerima sejumlah hukuman," ujarnya, dilansir dari Times of Israel, Kamis (31/3).

Trump menilai perbuatan aborsi adalah kejahatan dan dilarang agama.

Terkait janji Trump tersebut, rival terberatnya Hillary Clinton dari Partai Demokrat, menilia hal itu hanya pemanis untuk menarik simpati pemilih konservatif belaka.

"Hanya karena Anda mengatakan hal itu, Anda pikir sudah bisa mengambil simpati masyarakat. Sungguh mengerikan dan jitu," tulis Hillary di akun Twitternya.

Selain itu, kecaman juga datang dari kelompok pro aborsi. Mereka mengecam Trump karena aborsi adalah hak manusia terhadap dirinya sendiri. Mereka khawatir jika janji Trump itu hanya untuk menunjukkan empati kepada perempuan.

"Kami tidak pernah menganjurkan aborsi dalam konteks apapun, namun untuk menghukum perempuan yang menjalani aborsi, saya kira juga kurang tepat," kata presiden kelompok anti-aborsi nasional Susan B. Anthony List, Marjorie Dannenfelser.

"Kami tahu Trump melihat kengerian dari aborsi, itu seperti merusak kehidupan manusia tak berdosa. Namun, jika si pelaku dihukum, itu hanya akan menambah kengerian tersebut. Dan kami takut ini hanyalah upaya Trump untuk meminta simpati," lanjut dia.

Menggapi serangan bertubi-tubi, Trump akhirnya melunak dengan mengatakan aborsi bisa dilakukan untuk tiga hal mendesak.

"Aborsi hanya boleh dilakukan pada perempuan yang diperkosa, hubungan seksual dengan saudara atau jika kandungan beresiko pada jiwa ibunya," kata Trump.

"Saya pro kehidupan, dengan beberapa pengecualian," imbuhnya.

Nay