Jadikan Al Quran Barang Bukti, Densus 88 Dituding Lecehkan Islam

Jadikan Al Quran Barang Bukti, Densus 88 Dituding Lecehkan IslamIlustrasi @kaskus.co.id

Gelombang tuntutan pembubaran Densus 88 semakin meluas. Salah satunya datang dari Gerakan Mahasiswa (Gema) Pembebasan. Mereka meminta detasemen anti teror itu ditiadakan sebab kinerjanya dianggap menyimpang.

"Densus 88 sudah jauh dari tujuan pembentukannya dan tidak ada progres yang signifikan atas tugas mereka memberantas teroris, sehingga Densus patut untuk dibubarkan," ujar Koordinator Lapangan sekaligus anggota Gema Pembebasan Wilayah Provinsi Babel, Muhammad Firman.

Firman menuding Densus 88 telah membunuh banyak kaum muslim tanpa pengadilan dan transparansi hukum yang jelas.

"Seperti kasus penangkapan di Jakarta, Bandung, Kendal dan Kebumen pada Mei 2013 yang menewaskan tujuh nyawa yang masih berstatus terduga. Bahkan kasus pembunuhan lainnya, yang mana korban tidak masuk dalam daftar pencarian orang (DPO)," katanya.

Tak hanya itu, Firman mengatakan Densus 88 menciptakan stigma buruk di masyarkat dengan melecehkan Islam karena menjadikan Al Quran sebagai alat bukti.

"Perlakuan tersebut telah menciptakan opini negatif tentang Islam dan menyakiti hati kaum Muslimin. Korban kebiadapan mereka adalah kaum Muslimin yang dekat dengan wacana keislaman," ujarnya.

Dia juga menuding media-media sekuler telah membunuh rasa keadilan karena pelaku selalu diidentikan dengan Islam. "Para korban tidak sempat bicara namun peluru sudah bersarang di kepala, tanpa pengadilan," jelasnya.

"Oleh karena itu, Gema Pembebasan Babel dengan tegas menuntut agar Densus 88 segera dibubarkan dan pembantai umat Muslim tersebut agar segera diadili," ucapnya. Demikian dilansir dari Republika.

Nay