BBM & Air Kemasan Dikenai Cukai, Harga Dipastikan Melonjak

Rabu, 30 Maret 2016 10:15
BBM & Air Kemasan Dikenai Cukai, Harga Dipastikan MelonjakIlustrasi @tribunnews.com

Pemerintah membidik tambahan penambahan dari pengenaan cukai untuk kemasan air minum dan bahan bakar minyak (BBM). Menurut Kepala Pusat Kepala Pusat Kebijakan Pendapatan Negara BKF Kementerian Keuangan, Goro Ekanto, kebijakan ini untuk menekan perilaku konsumtif terhadap BBM.

"BBM akan dikenakan cukai alasannya karena perilaku konsumtif. Supaya lebih bijaksana menggunakan bahan bakar. Kita ini sebenarnya kan sudah nggak net eksportir, tapi net importir," ujar Goro.

Pengenaan cukai untuk plastik kemasan air minum menekan dampak negarif plastik terhadap lingkungan. Selama ini, ujar Goro, masih banyak orang belum menyadari jika limbah plastik sulit terurai dan memerlukan waktu lama.

"Kebijakan itu akan mengarahkan perilakunya. Kita kan minum buang, minum buang, padahal itu dampaknya mahal sekali. Zaman sekarang kita perlu aware sama lingkungan. Padahal begitu sungainya macet karena plastik kita marah-marah," kata Goro.

Namun, Goro belum berani memastikan berapa besaran cukai untuk plastik kemasan air minum maupun BBM. Sebab, harus dibahas lebih lanjut dengan kementerian terkait. Dia menargetkan, hasil kajian rencana cukai itu rampung tahun ini sehingga Menteri Keuangan bisa mengambil keputusan waktu berlakunya.

Sementara itu, Direktur Pemasaran dan Niaga Pertamina, Ahmad Bambang mengatakan, pengenaan cukai pada BBM akan menyebabkan harga jualnya melonjak.

"Tapi itu (cukai BBM) akan nambah harga (BBM) pastinya. ‎Memang bisa begitu. Pengenaan environment tax itu untuk mendorong masyarakat pindah ke energi baru dan terbarukan, karena EBT tidak kena tax," ujarnya di Hotel Royal Kuningan, Jakarta, Selasa (29/3).

Dia mengatakan, jika energi terbarukan tak dikenakan cukai sementara BBM dikenai cukai, maka akan terjadi disparitas harga yang cukup tinggi. Selain itu, selama ini sulit untuk mendorong masyarakat beralih menggunakan gas. Sebab perbedaan harga antara BBM dan gas tidak terlalu jauh.

"‎Kita jual BBM Rp3.500/lsp, V-Gas Rp 5.100/lsp, dengan BBM murah bedanya enggak banyak. Kalau ada tax kita berharap BBM jadi lebih tinggi lagi," tandasnya. Demikian dilansir dari berbagai sumber.

(Nay)
Komentar