Irwan Yusuf Ayah Marshanda Jadi Pengemis Karena Bengkel Bangkrut

Irwan Yusuf Ayah Marshanda Jadi Pengemis Karena Bengkel BangkrutIrwan Yusuf - Marshanda @kompas.com/tribunnews.com
Petugas P3S Dinas Sosial Jakarta Selatan kaget ketika menjaring seorang pengemis yang mangkal di daerah Bangka, Jakarta Selatan, Jumat (24/3) sore. Pria bernama Irwan Yusuf tersebut cuma memakai kaus oblong warna hijau dengan tatapan mata kosong dan sekujur tubuh serta wajahnya lusuh.

Selain itu rambut Irwan juga tidak tertata rapi. Matanya sembab dan penuh kotoran. Yang membuat para petugas terkejut adalah lantaran ia mengaku sebagai ayah bintang sinetron Bidadari, Marshanda.

Petugas yang mendengarkan penuturan Irwan Yusuf pun tidak percaya. "Masa sih, ayah seorang artis kaya raya Indonesia kini menjadi pemulung?" pikir petugas kala itu.

Tapi ternyata memang begitu adanya. 15 tahun silam Irwan Yusuf hidup berkecukupan. Ia menjadi suami Rianti Sofyan, anak pemilik Hotel Sofyan. Tak ayal bila ia bisa hidup bermewah-mewah meski tak perlu memeras keringat.

Namun nasib berkata lain. Setelah cerai dari ibunda Caca, Rianti Sofyan 15 tahun lalu, Irwan pun hidup seorang diri. Ia tak lagi hidup mewah dan mulai bekerja di sebuah bengkel kecil.

"Menurut pengakuannya, dia menggelandang dan mengemis sudah tiga bulan. Dia juga menjelaskan bahwa dia bercerai dengan ibunda Chaca (Marshanda) sudah 15 tahun lalu. Kemudian dia bekerja di sebuah bengkel di Bangka dengan gaji pas-pasan," ujar Kasudin Jaksel, Musyridin, seperti dikutip Liputan 6.

Sayangnya Irwan kembali ditimpa musibah. Bengkel tempatnya menyambung hidup pun mulai sepi pelanggan. Sampai akhirnya lantaran terus-terusan merugi, akhirnya bengkel itu tutup.

Yang lebih nahas, tenaga yang dikeluarkan Irwan tak terbayar. Pasalnya ia tidak mendapat uang pesangon dari pihak bengkel. "Bengkelnya bangkrut. Dia tidak mendapat pesangon makanya dia terpuruk," tuturnya.

Selain itu Irwan juga diusir dari kontrakannya karena tak dapat membayar uang sewa. Untuk makan sehari-hari pun Irwan tak memiliki uang. Karena tak memiliki ide lain untuk mencari uang, Irwan pun memutuskan untuk jadi pengemis agar bisa mendapat uang secara cepat.

"Ketika terpuruk, dia sudah tidak bisa berpikir lagi untuk bekerja apa-apa. Karena rasa lapar dan membayar kontrakan saja susah. Maka jalan satu-satunya minta belas kasihan orang di jalan. Dia menengadahkan tangan meminta belas kasihan orang yang lewat," tandas Musyridin.
hdk