Gereja Semarang Tolak Perkawinan Gay, Tak Sesuai Alkitab

Gereja Semarang Tolak Perkawinan Gay, Tak Sesuai AlkitabIlustrasi @kaskus.co.id

Administrator Diosesan Keuskupan Agung Semarang, Sukendar Wignyosumarta, menegaskan penolakan gereja atas pernikahan sesama jenis. Gereja berpedoman pada alkitab yang tak mengenal pernikahan sesama jenis alias gay.

"Landasan hukum gereja, pernikahan hanya oleh pasangan laki-laki dan perempuan," kata Sukendar di Semarang, Jumat (25/3).

Dia menjelaskan, gereja menentang hubungan sesama jenis. Sebab, perkawinan pada hakikatnya untuk menghasilkan keturunan berkualiatas. Sukendar pribadi tak setuju pasangan gay yang menikah kemudian mengadopsi anak angkat.

"Tidak sekadar dosa. Perkawinan juga bertujuan untuk menghasilkan keturunan yang berkualitas," ujar Sukendar, seperti dilansir dari Antara.

Sukendar menambahkan, melarang pernikahan gay tak cukup dengan lanadasan hukum alkitab, namun juga harus menjunjung tinggi martabat manusia.

Menurut Sukendar, hubungan sesama jenis bisa muncul karena pengaruh pergaulan, dan keluarga ingin diakui oleh masyarakat.

"Kita tidak menghakimi itu dosa atau jelek. Tetapi manusia harus menghargai diri dengan menunjukkan sikap," lanjut Sukendar.

Dia menyampaikan bahwa gereja tak melayani pernikahan sejenis. Sukendar memastikan pihak gereja tak akan kecolongan dengan pernikahan tabu tersebut.

"Setiap perkawinan yang akan digelar selalu diumumkan kepada warga gereja. Itu salah satu upaya untuk mencegah agar tidak kecolongan," tutup Sukendar.

Nay