Guru Pukuli Muridnya Dihukum Ringan, KPAI Surati Jokowi

Guru Pukuli Muridnya Dihukum Ringan, KPAI Surati JokowiIlustrasi @kompas.com

Seorang oknum Wakil Kepala Sekolah SMA Marsudirini Cibinong, berinisial AGS yang memukuli muridnya CK hanya mendapat hukuman ringan. Dia divonis hukuman penjara satu bulan oleh Hakim PN Cibinong.

Atas putusan tersebut, Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI menyesalkan putusan hakim.

"Kami terima laporannya, tadi dia divonis 1 bulan penjara oleh di PN Cibinong," ujar komisioner KPAI Kota Bekasi, Sugeng Wijaya, Rabu (23/3), dilansir dari Detik.

Sugeng menjelaskan KPAI keberatan dengan vonis ringan kepada guru tersebut. Dia menilai hukuman itu terlalu ringan sebab kasus ini merupakan kekerasan pada anak yang sedang diperangi oleh negara.

"Sebagai institusi (KPAI) kami sangat menyayangkan putusan ini, harusnya negara dalam hal ini hakim dan jaksa hadir untuk melindungi anak Indonesia," jelas Sugeng.

Oleh sebab itu, KPAI Bekasi akan berkoordinasi dengan KPAI Pusat untuk membuat surat terbuka kepada Presiden Joko Widodo. Surat tersebut akan ditembuskan kepada Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly, serta Kejagung dan Mahkamah Agung (MA).

"Kami tidak ingin kejadian tindakan penganiayaan dan kekerasan kepada anak semakin meluas karena hukuman pelakunya sangat ringan bahkan bisa bebas, kami ingin melayangkan surat terbuka kepada bapak Presiden," tegas Sugeng.

Kasus pemukulan itu terjadi pada September 2015 lalu. Dalam perjalanan kasusnya, AGS dituntut tiga bulan penjara namun akhirnya hakim menjatuhkan vonis yang lebih ringan.

Nay