Aa Gym Protes Keberadaan Anjing Pelacak di Bandara 'Datangkan Najis'

Aa Gym Protes Keberadaan Anjing Pelacak di Bandara 'Datangkan Najis'Aa Gym @tempo.co

Dai kondang Kyai Abdullah Gymnastiar atau Aa Gym memprotes PT Angkasa Pura II terkait keberadaan anjing pelacak di bandara.

Dalam akunnya, Aa Gym meminta PT Angkasa Pura II supaya tidak menggunakan anjing dalam melakukan pemeriksaan sebab bisa mengakibatkan najis bagi umat Islam.

Berikut ini isi postingan Aa Gym:

"SARAN UNTUK ANGKASA PURA 2; tadi ada pengalaman di AirPort terminal 3 sepulang dari Kuala lumpur naik air Asia, ada pemeriksaan menggunakan anjing pelacak, tentu ini tugas demi keamanan, namun sayangnya anjing ini mengendus pakaian yang dalam pandangan Islam ini najis dan tak bisa dipergunakan untuk sholat , untung tadi ada seorang petugas yang membantu, tapi bagi yang pulang umroh dan muslim lainnya yang pakaiannya telanjur disentuh hidung anjing tentu akan jadi sulit utk sholat, semoga ada tindakan yang lebih bijaksana, keamanan tetap terjaga namun hak hak seorang muslim untuk tak terkena najis pun dihormati.. Semoga info ini bisa sampai kepada yang berwenang,,, nuhuun."

Postingan Aa Gym ini mendapat komentar dari pengikutnya. Salah satunya komentar nyinyir datang dari seorang netter.

"Terima kasih atas masukannya Pak Kiyai. Akan segera kami ambil tindakan. Kami akan segera impor unta dari Arab untuk kami latih menjadi unta pelacak. Nantinya yang terlacak tidak cuma narkotika dan bom, yang kafir, fasiq, Syiah, Ahmadiyah, liberal, LGBT, jomblo, jilboob, akan terendus semua," kata Hasanudin Abdurakhman.

"Cuma ada sedikit pertanyaan. Pak Kiyai pakai fiqh mazhab apa kok bisa bilang diendus anjing itu najis? Setahu saya yang najis itu air liur, artinya kalau dijilat. Apakah Pak Kiyai belum tahu beda antara diendus sama dijilat?" katanya.

Sementara itu, pihak AP II memberikan tanggapan atas keluhan Aa Gym tersebut.

"Pihak Angkasa Pura II memastikan bahwa penggunaan anjing pelacak bukan untuk mengendus barang penumpang, melainkan kendaraan pembawa barang atau mobil boks," tulis AP II dalam siaran pers, beberapa jam lalu.

Sebelumnya, Presiden Direktur PT AP II Budi Karya Sumadi menegaskan jika keamanan dan keselamatan penumpang di bandara menjadi prioritas utama.

Bahkan, sejak Desember 2015, status keamanan bandara telah ditingkatkan, dari status hijau menjadi kuning, sesuai Instruksi Dirjen Perhubungan Udara Nomor 5 tahun 2015 tentang Peningkatan Kondisi Keamanan Penerbangan dari Kondisi Hijau Menjadi Kondisi Kuning Pada Bandar Udara. Demikian dilansir dari berbagai sumber.

Nay