Bentrokan Maut, Ratusan Mahasiswa NTT Angkat Kaki dari Malang

Bentrokan Maut, Ratusan Mahasiswa NTT Angkat Kaki dari MalangMahasiwa Sumba kuliah di Malang terpaksa dipulangkan pasca bentrokan maut @detik.com

Insiden bentrok berdarah mahasiswa Universitas Wisnuwardhana di Kota Malang, Sabtu (19/3) lalu berbuntut panjang. Ratusan mahasiwa dari Sumba, Nusa Tenggara Timur (NTT) dipulangkan.

Pemulangan itu bersifat sementara sampai situasi mereda pasca bentrok dengan mahasiwa Maluku.

"Karena faktor keamanan diminta sementara untuk pulang. Khawatir terjadi apa-apa, ini sebagai antisipasi saja. Kerena lingkungan di sini juga ikut terganggu," kata Rangga Endu (23) mahasiswa asal Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur di Balai Desa Sekarpuro, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang, Rabu (23/3).

Rangga mengatakan, dirinya akan pulang selama dua minggu sampai sebulan. Sementara biayanya ditanggung sampai Bali.

Selain Rangga, ada 300-an mahasiswa asal NTT yang juga dipulangkan. Terkait kuliahnya, Rangga mengaku sudah berkoordinasi dengan kampus. Karena hanya sementara, pihak kampus memakluminya.

"Kuliah masih jalan. Tujuan utama kan kuliah, proses kuliahnya terganggu juga. Tapi karena demi kebaikan ya tidak apa-apa. Ini bagi teman-teman kami menjadi pelajaran, seharusnya tidak perlu terjadi adu fisik," katanya.

Kasus tawuran antar mahasiswa itu menewaskan Nasehon Leplepem alias Moger (22), mahasiwa asal Ambon yang kuliah di STMIK Asia. Bentrokan itu terjadi pada saat acara pengukuhan komunitas mahasiswa rantau di Universitas Wisnu Wardhana Malang.

Moger meninggal usai ditikam di bagian dada sebelah kanan oleh kelompok mahasiswa dari Sumba, NTT. Demikian dilansir dari berbagai sumber.

Nay