4 Bahan Berbahaya Pada Makanan Instan

Jum'at, 25 Maret 2016 07:00
4 Bahan Berbahaya Pada Makanan InstanIlustrasi belanja @herworldplus.com
Makanan instan memang memiliki cita rasa yang ampuh menggoyangkan lidah. Tapi tahu kah Anda jika dalam makanan instan mengandung banyak bahan yang berbahaya bagi kesehatan?

Sebab proses pembuatan makanan instan kemasan, sering menghilangkan nutrisi alami yang dirancang oleh alam untuk melindungi jantung seperti serat larut, antioksidan, dan lemak baik.

Sehingga sifat aditif makanan instan, bisa menjadi bencana kesehatan. Berikut 4 bahan pada makanan instan yang berbahaya bagi kesehatan:

1. Lemak Trans

Lemak lemak trans umum terdapat dalam kue kemasan seperti muffin, microwave popcorn, kerupuk, margarin dan cracker, juga di makanan cepat saji seperti kentang goreng.

Penelitian menunjukkan, lemak trans dua kali lebih berbahaya bagi jantung Anda dibanding lemak jenuh, dan menyebabkan sekitar 30.000 sampai 100.000 kematian dini akibat penyakit jantung setiap tahun.

Lemak trans juga meningkatkan kadar Kolesterol jahat LDL dan menurunkan Kolesterol baik HDL. Hal ini memicu masalah ganda untuk arteri Anda. bahkan mampu meningkatkan kadar ipoprotein dan trigliserida yang dapat menyumbat pembuluh darah arteri.

Periksa daftar label apakah ada kata-kata ini: "partially hydrogenated," "difraksinasi atau fractionated" dan "terhidrogenasi atau hydrogenated"

Lemak yang sepenuhnya terhidrogenasi bukanlah ancaman bagi jantung, tetapi beberapa lemak trans yang disalahartikan sebagai lemak terhidrogenasi, sehingga makanan yang mengandung kata-kata ini, berarti mengandung lemak trans.

2. Biji-biji olahan

Memilih makanan yang terbuat dari biji-bijian olahan seperti roti putih atau pasta putih dapat meningkatkan risiko serangan jantung hingga 30 persen.

Awas! Jangan tertipu oleh klaim seperti dibuat dari tepung terigu atau tujuh jenis biji-bijian. Jangan juga tergoda dengan produk yang hanya ditabur serpihan gandum di permukaannya, sehingga seolah-olah terbuat dari gandum utuh.

Studi menunjukkan bahwa perempuan dan laki-laki yang makan gandum utuh memiliki risiko lebih rendah mengidap penyakit jantung sebesar 20 sampai 30 persen.

Sebaliknya, mereka yang memilih produk instan dari biji-bijian olahan, lebih berisiko terkena serangan jantung, resistensi insulin, dan tekanan darah tinggi.

3. Salt

Garam pada makanan instan seperti sup instan, saus, mie instan tidak berasal dari garam di meja atau dapur. Sementara Organisasi kesehatan dunia (World Health Organization, WHO) menganjurkan konsumsi garam maksimal 5 g sehari.

Sedangkan berdasarkan data Susenas pada 2002, 2007, dan 2009 (Hardinsyah, 2011), rata-rata konsumsi garam penduduk Indonesia masing-masing adalah 6,3; 5,6; dan 5,7 gram perhari.

"Bahkan diperkirakan data tersebut bersifat underestimate, karena belum termasuk visible salt yang dibubuhkan pada makanan jajanan dan instan," demikian kata BPOM RI.

Sebanyak 98% asupan sodium akan diserap di usus, dan kelebihannya akan disaring di ginjal, dan dikeluarkan melalui keringat dan urin. Sayangnya, seiring dengan pertambahan usia, fungsi ginjal cenderung menurun.

Akibatnya, kelebihan sodium menimbulkan berbagai masalah kesehatan. Konsumsi garam yang berlebihan terkait erat dengan peningkatan risiko beberapa penyakit kronis, terutama tekanan darah tinggi (hipertensi), jantung.

4. High-Fructose Corn Syrup

Fruktosa tidak bisa secara langsung digunakan oleh tubuh menjadi sumber energi sebelum diubah dahulu menjadi glukosa.

Jadi proses untuk memperoleh energi dari sukrosa harus melewati jalan yang lebih panjang dan memakai energi. Dan ini hanya bisa terjadi di hati dan sel sperma.

Mengonsumsi fruktosa secara berlebihan mengakibatkan terpicunya proses pembentukan lemak di hati yang selanjutnya akan dikeluarkan ke peredaran darah.

HFCS juga bertanggungjawab terhadap masalah kesehatan lain seperti kegemukan, Kolesterol tinggi, masalah insulin, diabetes tipe-2, kerusakan hati, tekanan darah tinggi dan penyakit hati.

Untuk mengetahui apakah suatu makanan mengandung HFCS atau tidak, periksa apakah di kemasannya tertulis pemanis jagung, sirup jagung, atau sirup jagung tinggi fruktosa.
(De)
Komentar