Mahasiwa Hingga MUI Desak Jokowi Bubarkan Densus 88

Mahasiwa Hingga MUI Desak Jokowi Bubarkan Densus 88Mahasiswa mendesak Densus 88 dibubarkan @tempo.co

Belasan mahasiswa yang menamai dirinya Gerakan Mahasiswa (GEMA) Pembebasan Banda Aceh mendesak pemerintah pusat untuk membubarkan Detasemen Khusus (Densus) 88 dan mengganti Undang-Undang Terorisme.

GEMA menilai selama ini Densus 88 kerap melakukan aksi brutal dengan mengeksekusi terduga teroris muslim dengan dalih terorisme. Mereka menilai Densus telah melanggar hak asasi manusia sehingga harus dibubarkan.

"Dari sisi ungkap kasus, sejauh yang kita lihat hanya ada tiga kasus yang maju sampai ke pengadilan, sisanya di temukan tewas dalam setiap penggerebekan," ungkap Rivan Fahrizal Akbar sebagai kordinator aksi unjuk rasa.

Rivan mencontohkan aksi Densus di Klaten beberapa waktu lalu.

"Sebagai contoh, penggerebekan di Klaten, dalam penggerebekannya, mereka langsung menendang pintu rumah, saat itu langsung terduga tersebut sedang solat, dirinya sedang melaksanakan ibadah dan langsung dibawa, itu kan sudah melanggar hak," jelasnya.

mahasiswa-densus

Wacana pembubaran detasemen anti teror itu juga digaungkan oleh Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat KH Tengku Zulkarnain.

"Bagi saya sudah jelas dari dua tahun yang lalu saya sudah meminta agar Densus 88 dibubarkan saja," ujar Tengku.

Menurut Tengku, selain tak memiliki payung hukum, kinerja Densus 88 juga tidak professional bahkan sangat mengecewakan. "Terkesan balas dendam pada orang-orang terduga teroris," ungkapnya.

Oleh sebab itu, Tengku mendesak Presiden Jokowi untuk membubarkan Densus 88 tanpa syarat. "Serahkan pada reserse dan Intelijen yang jelas punya payung hukum," tegasnya. Demikian dilansir dari berbagai sumber.

Nay