Pengemis di Semarang Punya Deposito Rp 140 Juta, 3 Anaknya Kuliah

Pengemis di Semarang Punya Deposito Rp 140 Juta, 3 Anaknya KuliahPengemis Siswari diberi arahan petugas @merdeka.com

Seorang pengemis kaya terjaring razia Satpol PP Kota Semarang. Pengemis perempuan bernama Siswari Sri Wahyuningsih (51) ini mempunyai uang deposito sebesar Rp 140 juta dan tabungan sebanyak Rp 16 juta.

"Pengemis itu sudah beberapa hari yang lalu ditangkap Satpol PP Kota dan diserahkan ke kami. Setelah saya interogasi dan diperiksa tasnya, ada uang tunai gendelan dan recehan sampai Rp 400 ribu, deposito Rp 140 juta, dan uang tabungan di Bank BNI 46 Sayangan sebesar Rp 16 juta," kata Kepala Balai Rehabilitasi Sosial (Resos) Among Jiwo, Ridwan.

Menurur Ridwan, selain uang tunai, deposito dan tabungan, Siswari juga membawa surat-surat berharga lainnya yang disimpan dalam tas. Di antaranya, sertifikat tanah di daerah Tlogosari, tiga BKPB kendaraan roda dua dan ATM Bank BNI 46.

"Kalau menurut alamat di KTP di Genuk. Tapi, dia tinggalnya di Jalan Kawung, Tlogosari Kulon. Sertifikat tanahnya seluas 105 meter persegi. Itu atas namanya sendiri. Kalau BPKB motor ada yang nama dia, dan nama orang lain. Mungkin nama anaknya," kata Ridwan.

pengemis-tajir

Menurut pengemis itu kepada Ridwan, uang ratusan juta miliknya tak semua didapat dari hasil mengamen, sebagian dari hasil penjualan tanahnya. Sebelumnya, uang yang berada di dalam deposito mencapai Rp 300 juta.

"Kalau ngakunya ngamen baru 6 bulan. Uang itu dulunya hasil penjualan tanah. Dulu depositonya Rp 300 juta, tapi setelah dirinya pisah ranjang dengan suami, akhirnya uang itu berkurang untuk biaya makan. Dia juga pernah buka usaha jualan ayam goreng penyet, tapi bangkrut karena banyak diutangi pelanggannya," terangnya.

Hal mengejutkan lainnya, pengemis yang tampak lusuh dan berbaju kumal itu memiliki tiga orang anak yang saat ini duduk di bangku kuliah, di tiga kampus ternama di Kota Semarang.

Anaknya yang pertama, HMS kuliah di Universitas Perbankan (Unisbank) di Jalan Tri Lomba Juang, Kota Semarang. Kemudian anak kedua berinisial SMS kuliah di jurusan Bahasa Inggris, Universitas Sultan Agung (Unisula), Jalan Raya Kaligawe, Kota Semarang.

Terakhir anak bungsunya SMJ kuliah di Politeknik Negeri Semarang (Polines) di Kawasan Kampus Undip Tembalang, Kota Semarang.

"Sekitar bulan April katanya yang anaknya kuliah Unissula mau wisuda," tambah Ridwan.

Kepada Siswari, Ridwan meminta wanita itu menjaga surat-surat berharganya dengan baik.

"Saya sarankan supaya nantinya surat-suratnya itu disimpan agar tidak hilang. Memang surat sertifikat dan BPKB sudah lusuh semua, dibawa ke mana-mana sama alat gitarnya juga, dia gotong ke sana-sini. Takutnya hilang di jalan atau jatuh, atau bahkan diambil orang tidak bertanggung jawab, kan repot," imbuh Ridwan. Demikian dilansir dari berbagai sumber.

Nay