Pesugihan Aborsi, Orok Bayi Dikeringkan Dibacakan Yasin

Pesugihan Aborsi, Orok Bayi Dikeringkan Dibacakan YasinAnggota sindikat pesugihan orok @tribunnews.com

Sindikat pesugihan orok yang mengincar gadis hamil berhasil dibongkar Kepolisian Lampung. Kasubdit IV Renakta Polda Lampung Ajun Komisaris Besar Ferdyan Indra Fahmi mengatakan, para anggota sindikat ini membagi tugasnya. Ada yang bertugas mencari para remaja yang ingin menggugurkan kandungannya.

"Para tersangka mencari anak gadis yang sedang hamil muda di luar pernikahan yang ingin menggugurkan kandungan karena merasa jadi aib keluarga," ujar Ferdyan, Selasa (22/3).

Polisi menangkap tujuh orang tersangka sindikat pesugihan tersebut saat ritual di sebuah rumah di daerah Grobogan, Jawa Tengah.

Para tersangka adalah Saleh (42), warga Desa Timbul Sloko, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak; Teguh Haryanto (51), warga Desa Sambak, Grobogan; Sri Umu Nurul (59), warga Desa Mojo Agung, Grobogan; Muhammad Sumantri (45), warga Bandung Barat; Armedi (27), warga Lampung Selatan; Harno Margono (57), warga Grobogan; dan Jajang Sudrajat (50), warga Pandeglang, Banten.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Lampung AKBP Sulistyaningsih mengungkapkan jika sindikat ini menjadikan orok itu sebagai pesugihan dengan cara dikeringkan.

"Nanti oroknya dikeringkan lalu dibacakan Surat Yasin 40 kali," katanya.

Dari tangan pelaku polisi menyita sejumlah benda yang digunakan untuk ritual, seperti keris dan sebagainya. Kini kasus ini masih diselidiki. "Kita masih mendalami terus," ucapnya singkat.

Akibat perbuatannya itu, para tersangka dijerat Pasal 76F juncto Pasal 83 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang upaya yang memuat setiap perdagangan, jual, culik anak untuk kepentingan diri sendiri atau dijual dan turut serta melakukan dipidana dengan hukuman penjara maksimal 15 tahun atau denda Rp 300 juta. Demikian dilansir dari berbagai sumber.

Nay