Pesanan Uber Meningkat Gara-gara Didemo Sopir Taksi

Pesanan Uber Meningkat Gara-gara Didemo Sopir TaksiDemo sopir taksi @tribunnews.com
Seorang pengusaha rental mobil untuk Uber, Doni Sidarta mengatakan jika layanannya tidak berhenti beroperasi meski para sopir taksi melakukan demo terkait transporasi berbasis aplikasi, termasuk Uber.

Doni mengatakan, "Kalau kita sih beroperasi seperti biasa. Malah sekarang permintaan sedang ramai. Kita hanya ingin melayani konsumen dengan baik makanya kita arahkan teman-teman untuk tetap beroperasi."

Doni pun mengaku tidak mendapat imbauan khusus dari pihak Uber terkait demo yang dilakukan sejumlah pihak.

"Kalau itu masing-masing dari partner saja sih mas. Saya imbau ke teman-teman, terus minta ke Uber untuk kasih solusi. Misalnya, kita dapat info dari lapangan, terus kita update ke Uber, kemudian Uber kasih solusi ke kita gimana enaknya," lanjutnya.

Ia bahkan mengatakan jika demo sopir taksi yang terjadi di beberapa wilayah ibu kota membuat pihaknya untung dengan melonjaknya jumlah pemesan Uber, dibanding hari biasa.

"Peningkatan luar biasa, bisa lima kali lipat (dari hari normal)," ujarnya.

Meski demikian, Doni tetap memberikan arahan agar pengemudinya berhati-hati, terutama saat kondisi sedang tidak kondusif.

Ia mengatakan, "Kita imbau layani seperti biasa tapi hati-hati dan waspada. Lalu, hindari daerah-daerah konsentrasi massa. Kalau bisa, jika membawa penumpang menuju arah tersebut, didiskusikan dulu dengan penumpang untuk melewati jalur yang lebih aman."

Pihak Uber sendiri tidak memberikan imbauan khusus kepada pada pengemudi. Dalam Twitter resmi, Uber menulis, "Jakarta, kami ingin membantumu beraktivitas dengan lancar. Hari ini, kami telah menonaktifkan Surge untuk membantumu sampai ke lokasi tujuan."

Surge adalah konsep kelipatan perkalian tarif normal yang diberlakukan saat terjadi situasi permintaan tinggi untuk Armada Uber. Salah satu kondisi misalnya, permintaan banyak namun pengemudi Uber yang tersedia hanya sedikit.

Beberapa pengguna Uber yang berkicau di Twitter mengatakan jika apa yang dilakukan perusahaan adalah langkah yang tepat dalam menyikapi aksi demo.
mks