Peggy Melati Sukma Dituduh Penipuan Biro Travel Umrah

Peggy Melati Sukma Dituduh Penipuan Biro Travel UmrahPeggy Melati Sukma @voiceofjakarta.co.id
PT. Sahabat Sukses Indonesia (SSI) dilaporkan banyak orang yang mengaku menjadi korban penipuan dari biro pemberangkatan haji tersebut. PT. SSI dituduh menggelapkan uang jamaah umrah hingga ratusan juta rupiah dengan iming-iming diberangkatkan ke Mekah dengan Peggy Melati Sukma.

Alhasil Peggy dan Vicky Irama pun ikut dibawa-bawa dalam kasus ini lantaran pernah mengendorse iklan PT. SSI. Tak ingin namanya menjadi jelek, Peggy pun menegaskan bahwa ia tak pernah terlibat bisnis umrah. Oleh sebab itu Peggy membantah keterlibatannya dengan PT. SSI.

"Saya tidak pernah terlibat dalam bidang usaha umrah. Saya menyediakan diri jika diminta mendampingi jamaah umrah dari berbagai travel dengan niat ibadah mengurusi tamu-tamu Allah," ungkap Peggy, Senin (21/3), seperti dikutip Wowkeren. "Saya niatkan dalam perjalanan hijrah saya dua tahun ini sebagai bagian dari ikhtiar fokus pada syiar Islam. Jadi saya bukan bertindak dalam kerja sama komersial."

Peggy sendiri menegaskan jika ia cuma diminta menemani para jemaah yang hendak beribadah umrah. Tetapi pada Mei 2015 PT. SSI tiba-tiba membatalkan keberangkatan umrah para jemaah.

"Khusus kasus dengan PT. SSI, yang bermasalah adalah travelnya dengan jamaah," imbuh Peggy. "Saya ikut dilaporkan ke polisi, mungkin karena jamaah mengira saya bagian dari perusahaan travel itu, padahal tidak."

"Sebagai info, sewaktu travel tersebut (PT. SSI) pada Mei 2015 tak jadi berangkatkan jamaah. Saya sekadar menerima kabar itu, tanpa tahu masalahnya," ujarnya.

"Waktu travel menyampaikan akan diundur berangkat ke Desember 2015, saya mengiyakan saja. Niatnya berpikiran positif," imbuhnya.

Pasca jadwal diundur, Peggy mengaku tidak pernah berurusan dengan PT. SSI. Ia malah lebih banyak mendampingi jemaah umrah dengan biro haji yang lain.

"Memang sejak Juni 2015 sampai sekarang travel tidak pernah menghubungi saya lagi. Sehingga saya tidak tahu kabarnya. Saya justru sudah beberapa kali berangkat ke Tanah Suci mendampingi jamaah lain dengan travel berbeda-beda," akunya.

Ada 4 korban yang mengadukan PT. SSI ke polisi. Jumlah korban keseluruhan diperkirakan mencapai 500 orang dari berbagai wilayah di Indonesia. PT. SSI diduga melanggar pasal 378 KUHP tentang penipuan dengan ancaman hukuman 4 tahun penjara.
hdk