Korban Pemerkosaan di Chile Boleh 'Bunuh Anaknya'

Korban Pemerkosaan di Chile Boleh 'Bunuh Anaknya'Ilustrasi @rt.com

Majelis parlemen Chile menyetujui legalisasi pengguguran kandungan atau aborsi kepada korban pemerkosaan. Aturan ini disetujui dengan mempertimbangkan risiko kematian ibu dan bayinya.

Pemerintahan Michelle Bachelet membutuhkan persetujuan parlemen untuk menetapkan aturan itu dalam undang-undang negara.

Sebelumnya, aborsi pernah dilegalkan oleh pemerintahan Chile hingga 1989 namun kemudian ditegakkan oleh Jenderal Augusto Pinochet.

Seorang pejabat pemerintahan, Marco Antonio Nunez masih kaget proposal legalisasi aborsi mendapat restu parlemen.

"Ini merupakan hari bersejarah di mana kita melihat adanya niat politik yang memperbolehkan perempuan untuk memutuskan apa yang harus dia lakukan pada tubuhnya sendiri," ungkap seorang pejabat lainnya, seperti dikutip dari BBC, Jumat (18/3).

Chile menjadi salah satu dari tujuh negara di Amerika Latin yang melarang aborsi. Meski demikian, usulan undang-undang melegalkan aborsi yang diajukan setahun lalu akhirnya mendapat persetujuan parlemen.

Nay