Pembalut Mahal, Wanita Inggris Pakai Kaus Kaki & Koran

Pembalut Mahal, Wanita Inggris Pakai Kaus Kaki & KoranPembalut di Inggris dikenai pajak @mirror.co.uk

Relawan bank makanan Darlington Salvation Army (DSA) mengungkapkan jika wanita di Inggris terpaksa menggunakan saputangan, kaus kaki bekas, dan kertas koran sebagai pengganti pembalut.

DSA melakukan kampanye bertajuk Mengemis Tampon untuk menekan pemerintah agar segera bertindak mengatasi permasalahan itu.

Menurut DSA, perempuan yang menggunakan kaus kaki bekas, dan benda tak higienis lainnya sebagai tampon bisa berpotensi terkena penyakit, seperti infeksi saluran kemih dan infeksi vagina. Namun demikian, mereka terpaksa menggunakannya sebab tak mampu membeli pembalut atau mantu meminta bantuan.

Mayor Colin Bradshaw, yang menjalankan DSA di Durham mengaku terkejut dengan situasi seperti itu masih terjadi di Inggris.

"Tidak seharusnya perempuan berada dalam situasi ini. Tidak seharusnya perempuan mengemis untuk sebuah tampon," ujarnya, dilansir dari the Guardian, Kamis (17/3).

Di Inggris, pembalut dikenai pajak barang mewah dan barang-barang non-esensial.

Sebuah petisi yang meminta Perdana Menteri Inggris David Cameron agar menghapus pajak tampon sudah mengumpulkan 317.765 pendukung.

Nay