Ketum PSSI La Nyalla Jadi Tersangka, Tetap Tak Mau Mundur

Kamis, 17 Maret 2016 09:30
Ketum PSSI La Nyalla Jadi Tersangka, Tetap Tak Mau MundurKetua Umum PSSI La Nyalla Mattalitti @kompas.com

Ketua Umum PSSI La Nyalla Mattalitti resmi ditetapkan tersangka oleh Kejaksaan Tinggi Jawa Timur kasus dana hibah Kadin Jawa Timur tahun 2012.

"Dana tersebut digunakan untuk membeli saham terbuka atau IPO di Bank Jatim senilai Rp 5,3 miliar," kata Asisten Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati Jatim, I Made Suarnawan, Rabu (16/3).

Sebelumnya Kejati Jatim mengeluarkan sprindik umum, namun dimentahkan oleh kuasa hukum La Nyalla pada gugatan praperadilan di Pengadilan Negeri Surabaya.

"Sprindik yang lama itu bersifat umum, sprindik yang terbaru sudah menyebutkan inisial tersangka, LN," tambahnya.

Meski jadi tersangka, La Nyalla enggan mundur dari jabatannya sebagai Ketum PSSI. Dia juga menegaskan status yang ditetapkan kepadanya tidak serta merta memuluskan jalannya Kongres Luar Biasa (KLB) PSSI seperti yang diminta Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi.

"Memangnya kalau saya jadi tersangka bakal KLB begitu saja? Tidak semudah itu," kata La Nyalla.

La Nyalla menegaskan dirinya tidak akan melepas jabatan Ketum PSSI akibat penetapan tersebut. Namun, menurutnya tidak menutup kemungkinan bakal lengser jika diminta oleh anggota PSSI.

"Saya menghormati keputusan kejaksaan Tinggi Jawa Timur yang menetapkan saya sebagai tersangka atas kasus IPO," kata La Nyalla menanggapi penetapan dirinya sebagai tersangka.

"Saya tetap yakin. Sepanjang diminta oleh anggota dan amanah itu diminta oleh para voters saya akan dengan senang hati menyerahkan (jabatan ketua umum PSSI) karena saya ngurus PSSI dengan uang saya sendiri, bukan dengan APBN," sambung pria asal Jawa Timur tersebut.

Kasus dana hibah yang merugikan negara Rp 48 miliar itu sebenarnya sudah berkekuatan hukum tetap dan dua pengurus Kadin Jatim sudah divonis Pengadilan Tipikor.

Akan tetapi, Kejati Jatim mengembangkan penyelidikan dan menemukan fakta jika dana tersebut digunakan untuk membeli saham publik di Bank Jatim sebesar Rp 5,3 miliar. Demikian dilansir dari berbagai sumber.

(Nay)
Komentar