Dulu Ahok & Ratna Akrab, Bersahabat Bagai Kepompong

Dulu Ahok & Ratna Akrab, Bersahabat Bagai KepompongAhok dan Ratna Sarumpaet pernah akrab @merdeka.com

Beberapa hari terakhir ramai pemberitaan tentang pernyataan aktivis dan pekerja seni Ratna Sarumpaet yang menuding Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama sudah membeli Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), kepolisian, dan TNI.

"Kita ada di sini dengan niat apa yang harus kita lakukan kepada Ahok yang bisa beli apa saja, tentara, polisi dan terakhir KPK," ungkap Ratna usai menghadiri diskusi publik bertajuk 'Jakarta Tanpa Ahok' di Tebet Timur Dalam No 43 Jakarta Selatan, Jumat (11/3).

Namun, siapa sangka jika Ratna yang frontal mengkritik Ahok ternyata pernah memberikan dukungannya. Saat masih menjabat Wakil Gubernur DKI, Ahok beberapa kali mendapat kunjungan Ratna di Balai Kota.

Semisal pada 7 Juni 2013, Ratna mendatangi Ahok di Balai Kota. Saat itu Ratna mengaku ingin bersilaturahim sebagai teman lama.

"Ke sini cuma ketemu teman lama saja. Kan saya ikut dukung beliau, jadi wajar saja," kata Ratna saat itu.

Sementara Ahok menyebut kedatangan Ratna terkait pergelaran budaya.

"Oh (sama Ratna) teman lama. Beliau mau buat panggung dan minta diskon. Ya saya bilang, silakan saja ke TIM (Taman Ismail Marzuki) kalau lewat saya kan biasanya bisa mudah," ujar Ahok.

Selanjutnya, pada Juli di tahun yang sama, Ratna mendukung sikap keras Ahok pantas memimpin Ibu Kota Jakarta.

"Iya, memang harus keras. Indonesia ini harus dikerasin, apalagi Jakarta," ujar Ratna.

Keharmonisan hubungan Ahok dan Ratna ini berlanjut dalam pemberian izin pernikahan putri Ratna, Atiqah Hasiholan-Rio Dewanto di Pulau Kelor, Kepulauan Seribu.

"Ada pasangan yang mau jadi model, mau jadi bintang iklan kita. Begitu berhasil, pulaunya jadi terkenal kan? Kalau mereka berdua bilang kapok menikah di pulau, habis sudah program (Pemprov DKI)," kata Ahok saat itu.

Rio Dewanto sang menantu juga beberapa kali mengunjungi Ahok untuk mengurus izin pernikahannya.

Hanya saja, sikap Ratna mendadak berubah 180 derajat. Dia tidak lagi mendukung Ahok, dan mengaku menyesal memberikan suaranya pada Pilkada 2012 silam.

"Saya mau buat pengakuan. Dulu saya mendukung Ahok (Basuki), waktu masih ingin maju melalui jalur independen. Masihngumpul-ngumpul KTP," ungkap Ratna medio 2015 lalu.

Ratna semakin kesal dengan Ahok yang membuat kebijakan melarang penyembelihan hewan kurban di sekolah hingga penggusuran melibatkan TNI dan Polri.

"Begitu Ahok bikin aturan larang ini dan itu, kelihatan sombongnya. Ahok tidak mau belajar dari masyarakat yang dipimpinnya, sangat tidak pantas jadi gubernur," kata Ratna.

Yang terbaru, Ratna yang juga koordinator Gerakan Selamatkan Jakarta Dewan Perwakilan Rakyat. Kedatangannya untuk menyampaikan pengaduannya terkait kasus pembelian lahan Rumah Sakit Sumber Waras oleh pemerintah provinsi DKI Jakarta.

Tapi, Ratna membantah bila pengaduannya itu untuk melengserkan Ahok dari jabatannya hingga menjegalnya dalam pemilihan 2017 mendatang.

"Bukan untuk menggulingkan. Kalau ada calon lain terduga korupsi kan kita persoalkan juga. Tapi beliau (Ahok) ini kan inkumben, jangan sampai nanti masyarakat kecewa," kata Ratna di gedung Nusantara II, Jakarta, Selasa (15/3) kemarin.

Naik turunnya sikap Ratna kepada Ahok ini mengingatkan dengan adagium terkenal yang berbunyi, "Dalam dunia politik tidak ada kawan atau lawan yang abadi, yang ada hanya kepentingan." Demikian dilansir dari berbagai sumber.

Nay