Tolak Dukung Ahok, Wanita Cantik ini Bawa-bawa Agama

Tolak Dukung Ahok, Wanita Cantik ini Bawa-bawa AgamaKampanye berunsur SARA mewarnai Pilgub DKI 2017 @rimanews.com

Perang antara pendukung dan penentang Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok terus berlanjut dengan melakukan berbagai cara. Tak kecuali isu SARA, kedua kubu ini sama-sama menggunakan isu-isu tabu itu untuk menyuarakan pendapatnya di sosial media.

Salah satunya akun Facebook Novita Siagian. Dia mengunggah foto tengah membawa kertas yang bertuliskan "I am Christian my vote is for Sandiaga Uno or Yusril I.M#asal jangan Ahok".

Novi yang beragama Kristen itu mengaku bangga memilih Calon Gubernur muslim sebab dianggap lebih berpendidikan, santun dan berbudaya.

"Saya tahu etika karena Jakarta mayoritas Muslim, saya tahu budaya mana yg pantas dan tidak pantas . Walau saya hanya mantan orang Jakarta tapi saya tahu bagaimana Jakarta dulu sebelum Ahok dan Jokowi masuk. Saya membela saudara-saudara saya yang masih besar dan hidup di Jakarta," tulis pemilik akun bernama Novita Siagian itu.

"Saya tahu diri dari kecil hingga besar kami hidup bertetanggaan dengan Muslim sangat baik. Semenjak Jokowi dan Ahok, masuk hidup beragama dan berbhineka juga Pancasila berantakan," tulisnya.

Unggahan Novi ini menuai kecaman dari netizen lainnya. "Lepas hijab cuma buat tulisan provokatif. Model gitu ya politik2 pacman emotikon...." tuding akun Joan Annes Rela.

Sementara itu pemilik akun Johns Francisco Hutapea menuding akun ini palsu. "Aku berani potong apa aja selain burung...Ini akun pasti palsu...palsu...palsu hahaha."

Pola komunikasi yang dilakukan masing-masing pendukung Cagub DKI ini sudah melewati batas. Sebelumnya juga banyak beredar foto di sosial media yang bertajuk 'Saya Muslim saya pilih Ahok'.

Terkait model dukungan bermuatan SARA seperti ini, Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga, Adhyaksa Dault yang mencalonkan diri dalam Pilgub DKI 2017 meminta tidak digunakan untuk keuntungan sendiri maupun menyerang orang lain.

"'Saya Muslim saya pilih Ahok' (Gubernur petahana Basuki Tjahaja Purnama), yang kayak gitu-gitu tidak boleh tuh, atau sebaliknya, 'Jangan pilih Ahok karena dia bukan Muslim', tidak boleh juga yang seperti itu. Jangan bawa suku, jangan bawa agama," kata Adhyaksa saat kunjungan Yusril Ihza Mahendra ke rumahnya di Kalibata, Jakarta Selatan, Sabtu (12/3).

"Kalau hanya mengejar kekuasaan, pasti menggunakan segala cara untuk mendapatkannya, termasuk cara-cara yang tricky," imbuhnya.

Model kampanye semacam ini dikhawatirkan bisa menciptakan konflik hortizontal bernuansa SARA di masyarakat bawah jika dibiarkan.

Nay