Wow! Ibu Ani Maju Jadi Capres 2019, Lanjutkan?

Wow! Ibu Ani Maju Jadi Capres 2019, Lanjutkan?Ibu Ani jadi Capres 2019 Partai Demokrat @detik.com

Partai Demokrat mulai berancang-ancang merebut kembali kejayaannya dalam Pemilu 2019. Tidak main-main, partai berlambang mercy ini mempersiapkan Ibu Ani Yudhoyono untuk diusung sebagai calon presiden pada 2019.

Gambar Ani Yudhoyono bertuliskan "Calon Presiden Partai Demokrat 2019" sudah menjadi viral di sosial media.

Dalam foto tersebut, mantan Ibu Negara ini mengenakan baju berwarna biru dan melambaikan tangan dengan background bendera Merah Putih.

ani-nyapres

Juru bicara Partai Demokrat Ruhut Sitompul mengatakan jika wacana pencalonan Ibu Ani dalam Pilpres 2019 adalah keinginan rakyat.

"Rakyat kita sudah sangat cerdas ini. Mereka mengatakan: Kalau memang bapak enggak (maju), ya apa salahnya Ibu Ani?" katanya di Parlemen, Selasa (15/3).

Aspirasi itu terungkap dari Soesilo Bambang Yudhoyono atau SBY dalam acara Tour de Java yang berlangsung hingga kini. SBY sendiri menegaskan takkan maju lagi jadi capres.

"Itu rakyat yang meminta," tegas Ruhut.

Kabar majunya Ibu Ani sebagai Capres 2019 ini menjadi riuh di sosial media. Netizen bereaksi memberikan beragam komentar.

"Saya dukung bu Ani Yudhoyono jadi Capres 2019," tulis akun DodiPrananda.

Sementara seorang netizen, Tommyblessing mengatakan, "Ibu Ani salam, ibu saya akan mendukung ibu menjadi cawapres 2019 ataupun bapak pun tak apa. Saya selaku warga Tionghoa senang sekali negara ini dipimpin oleh bapak atau ibu. Salam sukses selalu dan berjaya terus Partai Demokrat."

Terkait wacana Partai Demokrat mengajukan Ani Yudhoyono, Ketua DPP PAN Teguh Juwarno menilai strategi tersebut mirip dengan cara mengusung Hillary Clinton yang juga istri mantan Presiden Amerika Serikat Bill Clinton.

"Saya menduga Partai Demokrat terinspirasi kiprah Partai Demokrat Amerika yang saat Ini diperkirakan akan mengusung Hillary Clinton, istri mantan Presiden Bill Clinton," kata Teguh.

Meski demikian, Teguh curiga jika memperkenalkan Ani terlalu dini merupakan strategi untuk melihat reaksi publik. Setelah itu Demokrat baru mengukur seberapa ketertarikan publik.

"Langkah ini juga harus dihargai karena memberi kesempatan kepada publik untuk menilai kandidat yang akan diusung Pilpres mendatang," ujarnya. Demikian dilansir dari berbagai sumber.

Nay