Dasep Pencipta Mobil Listrik Tak Terima Divonis 7 Tahun Bui

Dasep Pencipta Mobil Listrik Tak Terima Divonis 7 Tahun BuiDasep Ahmadi @kompas.com
Direktur PT Sarimas Ahmadi Pratama, Dasep Ahmadi yang juga dikenal sebagai pembuat mobil listrik pada Oktober 2013 akan segera dipenjara selama 7 tahun.

Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Pusat memvonis Dasep karena terbukti melakukan perbuatan memperkaya diri dan merugikan keuangan negara. Dasep juga dijatuhi hukuman denda Rp 200 juta subsider 3 bulan penjara dan membayar uang pengganti Rp 17,1 miliar.

Ketua Majelis Hakim Tipikork Arief Waluyo mengatakan, "Terdakwa terbukti sah dan meyakinkan melakukan perbuatan memperkaya diri sendiri atau orang lain atau korporasi."

"Jika masih belum cukup, maka terdakwa akan dikenai hukuman 2 tahun penjara," lanjutnya.

Hakim menegaskan jika mantan Menteri BUMN, Dahlan Iskan tidak bersama-sama dengan Dasep melakukan perbuatan yang merugikan negara. Terlalu prematur menurutnya untuk menyebut Dahlan Iskan terlibat.

Hal ini karena 16 unit mobil listrik untuk konferensi APEC tersebut merupakan perjanjian yang disepakati antara Dasep dengan 3 perusahaan yang bersedia menjadi sponsor, yakni PT PGN, PT BRI, dan PT Pertamina.

Pengacara Dasep mengatakan jika surat dakwaan ingin digunakan jaksa sebagai pintu masuk untuk menetapkan Dahlan sebagai tersangka. Namun hakim tidak sependapat, "Majelis hakim menilai bahwa penuntut umum telah melakukan tugas dan kewajiban secara proporsional, dalam menguraikan pendapatnya," tegas Arief.

Dasep sendiri bersikeras bahwa dirinya tidak bersalah. Menurutnya apa yang ia lakukan selama ini hanya untuk menghasilkan yang terbaik. "Kita melakukan yang terbaik, kalau masih ada kekurangan, ya itu wajar. Tapi, kalau ini disebut perbuatan kejahatan, saya tidak terima," ujarnya.

Ia menegaskan jika pihak-pihak yang telah menilai perbuatannya adalah tindak pidana sebenarnya tidak memahami bidang penelitian. "Makanya, teman-teman saya di ITB mendesak saya supaya melakukan banding," tandasnya.

Diperkirakan, kasus terkait pengadaan mobil listrik untuk kegiatan Asia Pasific Economic Cooperation (APEC) XXI pada 2013 telah menimbulkan kerugian negara yang mencapai lebih dari Rp 28 miliar.
mks