Iuran BPJS Naik, Netizen: Rawat Inap Tetap Susah

Iuran BPJS Naik, Netizen: Rawat Inap Tetap SusahBPJS @blog.duitpintar.com
Program Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) memang menjadi sangat penting bagi warga, terlebih karena tak hanya bisa digunakan PNS. Namun, belakangan ini masyarakat kecewa dengan keputusan untuk menaikkan iuran yang akan segera diterapkan pemerintah.

Peraturan tersebut merupakan Peraturan Presiden (Perpres) nomor 19 tahun 2016 yang merupakan perubahan ke-2 atas Perpres nomor 12 tahun 2013 yang berlaku pada semua golongan.

Golongan I yang awalnya membayar Rp 59.500 akan menjadi Rp 80.000 per bulan. Golongan II yang sebelumnya Rp 42.500 menjadi Rp 51.000. Dan Golongan III yang sebelumnya Rp 25.500 menjadi Rp 30.000.

Ketua Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KPSI), Iqbal Said mengatakan, "Kenaikan iuran tersebut memberatkan buruh."

"Kalau menutup defisit dengan menaikkan iuran semua bisa, pemerintah harus bisa mengelola BPJS. Ini tidak fair, selama ini mandiri (Non PBI) tidak pernah tahu, apakah yang dicover PBI itu benar-benar ada," tambah wakil ketua pengurus harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), Sudaryatmo.

Keputusan kenaikan iuran BPJS ini juga mendapat sorotan dari netizen yang kebanyakan kecewa. "Makin kejepit kelas menengah kayak gue, iuran BPJS naik, bentar lagi pajak naik juga," tulis salah seorang netizen.

"Sip, nanti mau urus turun kelas juga. Udah bayar kelas 1, rawat inap tetap susah mau yang kelas 1 haha," ujar netizen. "Pelayanannya biasa, iurannya luar biasa," sahut lainnya.

Perubahan peraturan ini sudah disepakati oleh Kementeriran Kesehatan, Kementerian Keuangan, dan BPJS Kesehatan itu sendiri. Seperti yang tertera dalam pasal 16F ayat 2, peraturan tersebut akan berlaku mulai 1 April 2016 nanti.
mks