Ilmuwan Bongkar Misteri Segitiga Bermuda

Ilmuwan Bongkar Misteri Segitiga BermudaSegitiga Bermuda @wikipedia.org
Misteri Segitiga Bermuda yang selama ini masih simpang siur diklaim telah berhasil dibongkar oleh ilmuwan. Segitiga Bermuda sendiri adalah wilayah laut di Britania Raya yang disebut Segitiga Setan karena kerap menenggelamkan kapal atau pesawat yang lewat di atasnya.

Sejak pertama kali menelan korban di tahun 1815, area tersebut tercatat sudah menghilangkan lebih dari 8.127 orang bersama dengan lenyapnya pesawat ataupun kapal yang mengangkut mereka.

Ilmuwan mengatakan telah menemukan penyebab hilangnya kapal dan pesawat di sana, yakni karena ledakan metana, dilansir International Business Times, Senin (14/3/2016).

Sebelum mengungkap alasan itu, ilmuwan telah meneliti adanya kawah raksasa di laut Norwegia, di sana mereka menemukan gelembung masif metana yang sudah meledak.

Meledaknya metana diperkirakan karena adanya jurang raksasa selebar setengah mil dan kedalaman 45 meter di dasar samudera. Jurang inilah yang menurut ilmuwan mampu menyebabkan kebocoran gas dari endapan gas dan minyak yang terkubur di dasar laut.

Peneliti Artic University of Norway mengatakan, "Banyak kawah raksasa yang muncul pada dasar laut di area laut Barents barat tengah dan ini kemungkinan menjadi sebab ledakan gas raksasa."

Ilmuwan juga sudah mengembangkan radar yang bisa menunjukkan gambar detail dasar laut. Melalui grafik yang ditangkap radar ini, peneliti melihat dengan jelas area resapan metana di seluruh dunia.

Selain menguak misteris Segitiga Bermuda, radar ini kemungkinan juga akan memberikan penjelasan ilmiah atas berbagai laporan gelembung dan busa tanpa sebab yang dilaporkan nelayan.

Wilayah Segitiga Bermuda sendiri juga rentan terhadap Puting Beliung sehingga menyedot air dari laut sampai ke awan dengan kecepatan mencapai 190 km per jam yang tentu sangat mematikan.

Fenomena ini wajar terjadi ketika musim panas dalam keadaan udara lembab dan air hangat laut Florida. Tak kurang dari 500 puting beliung terjadi setiap tahunnya di Segitiga Bermuda.

Penelitian mengenai ledakan metana sejauh ini masih menjadi teori yang diperdebatkan. Banyak yang menduga teori ini benar sebagai penyebab hilangnya kapal di sana, namun ada pula yang tidak percaya. Peneliti akan membahasnya lebih dalam di acara European Geosciences Union.
mks