5 Pengaruh Sunat Bagi Kehidupan Seksual

Selasa, 15 Maret 2016 20:00
5 Pengaruh Sunat Bagi Kehidupan SeksualIlustrasi Mr. P @popsugar.com
Pada dasarnya setiap pria akan melakukan proses khitan atau sunat. Sayangnya, tak sedikit orang yang menyepelekan efek sunat dan menganggapnya hanya sebagai ritual atau tradisi.

Dilansir dari Men's Health, Berikut pengaruh sunat bagi kehidupan seksualitas pria:

1. Anda akan tahan lebih lama

Dalam studi, pria yang disunat setelah dewasa mengukur berapa lama mereka mencapai klimaks baik sebelum dan sesudah mereka disunat. Para pria itu bisa bertahan rata-rata 20 detik lebih lama setelah tutup penisnya diangkat.

Peneliti lain berspekulasi karena hal ini membuat penis jadi lebih tak sensitif. Hal inilah yang dianggap bisa menjadi pembedanya, namun peneliti masih belum bisa memastikannya.

2. Begitu juga wanita pasangan Anda

Suatu studi di Denmark menemukan, wanita yang menikahi pria dengan penis yang disunat melaporkan kesulitan secara seksual, termasuk dalam mencapai orgasme.

Profesor Seks dari Men's Health, Debby Herbenick, Ph.D., mengatakan mungkin studi ini ada benarnya. Dalam bukunya Sex Made Easy, dia menuliskan pengalaman pribadinya.

"Aku bisa merasakan kulup penis bergerak menyentuh dinding vaginaku saat seks. Hal ini adalah sensasi baru dan menyenangkan.... Merasakan kulup penis juga sepertinya membuat orgasme jadi lebih mudah saat melakukan seks vaginal."

Meski demikian, segala sesuatu yang berhubungan dengan seks semuanya adalah pilihan pribadi dan hal ini bukan berarti bahwa semua wanita menyukai penis yang tidak disunat.

3. Risiko Anda terkena kanker menurun

Pria yang disunat memiliki kemungkinan lebih kecil terkena kanker penis dan prostat, setelah diteliti. Kulup penis bisa menyebabkan inflamasi dan penyakit menular seksual bahkan berkembangnya kanker, ujar para peneliti.

Tetap saja hal itu bukan berarti semua pria lantas harus disunat. Anda bisa gunakan kondom agar terlindungi dari penyakit menular seksual dan pastikan Anda menjaga kebersihan penis (mandi setelah seks, tarik kulup penis Anda ketika membersihkannya) untuk mencegah inflamasi.

4. Anda lebih aman dari penyakit menular seksual

Dalam suatu studi, para pria di Baltimore, AS, yang diketahui memiliki risiko paparan HIV, dua kali lebih tinggi terinfeksi jika mereka tidak disunat.

Para peneliti masih berusaha merumuskan penyebabnya, tapi satu teori adalah karena kulup penis Anda lebih rentan terhadap infeksi HIV dibanding kepala penis.

Karena kulup penis berisiko robek saat seks, sehingga dapat membuat jalan mudah untuk masuknya virus ke dalam tubuh. Atau lipatan kulup penis memberi tempat nyaman bagi bakteri berkembang biak.

5. Kondom lebih menempel

Menggunakan kondom bisa agak sulit pada penis yang tidak disunat, ujar Herbenick. Kulup penis bisa membuat pemasangannya tidak pas, dan kulit itu bisa bergeser di dalam kondom, yang pada akhirnya dapat membuat kondom lepas.

Jika Anda tidak disunat, gunakanlah kondom yang lebih besar. Tarik kulup penis sebelum memasang kondom, lalu dorong kembali kulup penis Anda sambil menahan ujung kondom di tempatnya.

Hal ini memungkinkan kulup penis untuk bergerak lebih bebas saat seks, sekaligus memastikan kondom Anda tetap melekat dengan baik.

Pastikan Anda membenarkan posisi kondom saat seks jika Anda melihatnya bergeser, tekan Herbenick.
(De)
Komentar