Warga Cirebon Tolak Imunisasi Anaknya Sebab Kata Kyai Haram

Warga Cirebon Tolak Imunisasi Anaknya Sebab Kata Kyai HaramIlustrasi @kaskus.co.id

Warga Kelurahan Argasunya, Cirebon, Jawa Barat menolak anaknya diberikan imunisasi oleh petugas kesehatan.

Mereka seperti ketakutan dan langsung menutup rapat pintu rumahnya. Warga pun tak memberi kesempatan petugas melakukan imunisasi bersama seperti yang dikampanyekan pemerintah.

"Saya khawatir anak saya badannya langsung panas setelah diimunisasi. Selain itu warga juga trauma karena pernah ada yang meninggal setelah imunisasi waktu itu sudah lama," kata warga setempat bernama Santimah, dilansir dari Liputan6.

Dia juga mengaku alasan penolakan itu karena mendengar kabar bahwa imun menggunakan bahan haram bercampur minyak babi.

"Kyai kami juga melarang bahkan bisa dikatakan imunisasi itu haram ya karena mengandung minyak babi," ujar dia.

Atas penolakan warga tersebut, petugas Pekan Imunisasi Nasional (PIN) dari Puskesmas Sitopeng Harjamukti mengaku tak bisa berbuat banyak.

Kepala Puskesmas Sitopeng Ahmad Subhi mengatakan pihaknya kerap menemukan kendala seperti ini di lapangan.

"Mau bagaimana lagi mas. Tapi sampai program ini selesai kami tetap berupaya memberi vaksin. Mungkin dor to dor biar pendekatannya lebih personal," sebut Ahmad Subhi.

Subhi menjelaskan jika antipati warga terhadap imunisasi sudah mengakar dan sulit dikikis.

"Kami sudah terus-terusan menjelaskan kalau Vaksin kami ini tidak ada kandungan minyak babi nya. Tapi mungkin mereka lebih yakin dengan tokoh agama setempat jadi upaya kami bisa dibilang gagal," sebut Ahmad.

Dia berharap program PIN yang berakhir pada 15 Maret ini bisa menyadarkan warga Kelurahan Argasunya akan pentingnya vaksin imunisasi.

"Kami berharap ada solusi untuk memberi pemahaman tentang pentingnya Vaksin ini," pungkasnya.

Nay