Izinkan Pendirian Gereja, Ridwan Kamil Digugat Warga Muslim

Izinkan Pendirian Gereja, Ridwan Kamil Digugat Warga MuslimAliansi warga menggugat Ridwan Kamil @suara.com

Puluhan pengunjuk rasa yang menamakan dirinya Forum Warga Karasak RW 06, Kelurahan Karasak, Kecamatan Astana Anyar, Kota Bandung menggelar aksi damai di depan Pendopo Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil, Jalan Dalem Kaum.

Mereka membentangkan spanduk yang bertuliskan, "Kami Warga Karasak Menuntut Pencabutan Izin Mendirikan Bangunan (IMB) Gereja Rehobot yang penuh dengan penipuan dan kebohongan".

Yosep, salah seorang warga RW06, Kelurahan Karasak mengaku dirinya belum pernah diajak bertemu dengan pihak gereja.

"Buat saya ini berarti tidak ada iktikad baik dari mereka," ujar Yosep memaparkan keberatannya memberikan izin pembangunan gereja di Karasak sejak tahun 1997 silam.

Korlap bernama M Ramdan menegaskan, pihaknya mendesak Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil segera mencabut IMB Gereja Rehobot yang dia keluarkan pada 2015. Sebabnya, izin itu diterbitkan tanpa ada persetujuan dari warga.

"Dia (Ridwan Kamil-red) memberi izin dengan alasan di lapangan kondusif dan warga sudah memberi izin. Itu sama sekali tidak benar, sejak awal warga sudah menolak pendirian gereja itu di sana," tegas Ramdan di sela-sela aksi unjuk rasa.

Selain Forum Warga Karasak, aksi damai ini juga diikuti oleh puluhan anggota Front Pembela Islam, Gerakan Reformis Islam, serta Forum Ulama Ummat Islam yang ikut mendukung pembentukan Aliansi Nasional Anti-Syiah.

Sementara itu, LBH Bandung mencatat kondisi kebebasan beragama dan berkeyakinan di Kota Bandung cenderung diskriminatif. Kelompok minoritas yang kerap menjadi sasaran diskriminasi adalah jemaat Ahmadiyah, Syiah, dan Kristen.

"Ada tiga aspek pelanggaran hak kebebasan beragama dan berkeyakinan yaitu kebebasan menjalankan agama, ibadah dan pentaatan agama, pendirian dan penggunaan rumah ibadah, serta pengajaran dan pendidikan agama," ujar Kepala Divisi Advokasi Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Bandung Harold Aaron. Demikian dilansir dari Rimanews, Jumat (11/3).

Nay