Penjual Es Teh di Monas Gunakan Air Limbah & Gelas Bekas

Penjual Es Teh di Monas Gunakan Air Limbah & Gelas BekasAir limbah bahan es teh di Monas @merdeka.com

Petugas Satpol PP menangkap seorang penjual es di kawasan Jl Veteran, Jakarta Pusat, beberapa hari lalu. Pedagang itu diketahui menjual es teh dengan campuran air limbah. Namun saat diperiksa, dia menyangkal jika es teh itu dagangannya.

"Dia sempat bilang bukan punya saya pak," kata Kasatpol PP Jakarta Pusat, Iyan Sophian Hadi.

Namun petugas Satpol PP di lapangan tidak mudah percaya. Mereka meminta pedagang tadi untuk mencicipi teh dagangannya jika bukan berasal dari air limbah.

"Kita bilang, kalau enggak ada apa-apa, lo cicipun, mau enggak? Tapi dia enggak mau. Logikanya kalau bersih pasti dia mau," tambahnya.

es-limbah

Es teh yang biasa dijual dengan harga Rp 5 ribu per gelas itu sama seperti minuman kebanyakan. Akan tetapi, si penjual ini menggunakan bahan air limbah, selain itu, dia juga memakai gelas bekas.

"Bukan hanya airnya, gelasnya juga sisa- sisa pemulung," kata Iyan.

Kepada petugas, pedagang curang ini mengaku sudah menjual es teh campur air limbah selama beberapa bulan.

"Jadi memang kaya gini ini udah dicurigai anak-anak, soalnya dagangannya enggak habis-habis. Makanya diikuti ke arah Jl Veteran, eh benar, di dekat tiang rel kereta ada paralon, naik airnya ditampung dari sana," bebernya.

Iyan berjanji akan menertibkan pedagang nakal dan membahayakan seperti ini.

"Kita akan terus kita tertibkan, karena memang Monas sekarang harus steril," ujar dia. Demikian dilansir dari berbagai sumber.

Nay