Pertama Kali, Saudi Puyeng Cari Pinjaman Rp 130 Triliun

Pertama Kali, Saudi Puyeng Cari Pinjaman Rp 130 TriliunRaja Arab Saudi, Salman Bin Abdul Aziz @rt.com

Untuk pertama kalinya, Arab Saudi kelimpungan mencari pinjaman sebesar US$ 10 miliar atau setara Rp 130 triliun dari lembaga keuangan internasional.

Negeri petrodollar itu terpaksa berhutang untuk pertama kalinya dalam sepuluh tahun terakhir.

Kabar mengejutkan terkait pencarian pinjaman oleh Saudi ini memberi sinyal bahwa Kerajaan sedang mencari cara lain untuk menjalankan ekonominya setelah harga minyak dunia merosot tajam.

Pemerintah Saudi sudah menaikkan harga jual BBM sebesar 40 persen sebagai bagian upaya untuk mengurangi defisit anggaran sebesar US$ 100 miliar pada 2015, dilansir dari Reuters, Kamis (10/3).

Diprediksi, dalam lima tahun ke depan, pemerintah akan mencabut subsidi air bersih, listrik, dan BBM.

Kondisi ini diperburuk dengan keterlibatan Saudi dalam penyelesaian konflik di Yaman. Sebagai pemimpin koalisi negara-negara Arab, Saudi membantu pemerintah Yaman untuk memerangi kelompok pemberontak Houthi yang didukung Iran. Namun strategi militer yang diterapkan Saudi justru dinilai blunder.

Hal itu belum ditambah ancaman serangan kelompok militan ISIS dalam setahun terakhir. Bersamaan dengan itu, Saudi juga bersitegang dengan Iran. Februari lalu, Saudi menggelar latihan militer yang diklaim terbesar sepanjang sejarah negara itu.

Nay