Malaysia Larang Al Quran Dicetak Tanpa Teks Arab

Malaysia Larang Al Quran Dicetak Tanpa Teks ArabIlustrasi @kaskus.co.id

Kementerian Dalam Negeri Malaysia melarang percetakan dan penjualan kitab suci Al Quran tanpa teks Arab.

Wakil Perdana Menteri Datuk Seri Dr Ahmad Zahid Hamidi menjelaskan, kebijakan itu sudah diputuskan dalam pertemuan Lembaga Pengawalan dan Perizinan Percetakan Alquran (LPPPQ) di Putrajaya.

Keputusan ini, ujar dia, sejalan dengan Muzakarah majelis Fatwa Kebangsaan pada Juni 1989 yang memutuskan bahwa "adalah haram ditulis atau digunakan bagian manapun dari Al Quran dengan tulisan bukan huruf Arab atau bukan sistem tulisan Al Quran."

LPPPQ mendapat temuan Al Quran yang dijual di pasaran tanpa teks Arab berasal dari luar negeri. Temuan serupa lebih banyak di internet.

"Antara kesalahan yang ditemukan pada Al Quran yang diimpor ialah menggunakan tulisan rumi dalam penulisan ayat Al Quran dari terjemahan tanpa teks bahasa Arab."

"Untuk memastikan teks Al Quran yang dibaca tepat dan tidak mengandung kesalahan, masyarakat diminta berhati-hati dan mendapatkan naskah Al Quran dengan memastikan ia telah diakui oleh LPPPQ," katanya.

Nay