10 Tips Agar Produksi ASI Melimpah

Kamis, 10 Maret 2016 05:00
10 Tips Agar Produksi ASI MelimpahIlustarsi menyusui @agoramedia.com
Salah satu sumber makanan paling dibutuhkan bayi sejak lahir hingga enam bulan pertama adalah ASI. Sebab, ASI mengandung berbagai unsur gizi esensial yang dibutuhkan bayi untuk bertumbuh dengan sehat.

Tak hanya itu saja, ASI mengandung zat antibodi alami yang dapat melindungi bayi dari risiko infeksi atau terserang penyakit. Lantas bagaimana jika ASI Anda hanya keluar sedikit dan tidak begitu bisa memenuhi kebutuhan sang buah hati?

dr. Wiyarni Pambudi, SpA IBCLC, anggota Satgas ASI IDAI, Ketua Sentra Laktasi Indonesia (SELASI), Kepala Departemen Ilmu Kesehatan Anak FK Universitas Tarumanagara memberikan 10 tips sukses agar produksi ASI melimpah. Berikut selengkapnya:

1. Jangan Ragu dan Gelisah

Tingkat keberhasilan menyusui sangat dipengaruhi oleh keyakinan Mama dan rasa percaya dirinya dalam menyusui.

Apabila Mama ragu atau gelisah karena merasa produksi ASI-nya tidak mencukupi, kegiatan menyusui pun dapat terhambat. Jadi, htetaplah percaya diri dan yakin bahwa ASI pasti dapat keluar dan cukup untuk si kecil.

2. Konsumsi Gizi Seimbang

Mama mungkin pernah mendengar, jenis makanan tertentu, seperti daun katuk, dipercaya dapat lancarkan produksi ASI. Namun, berbagai riset membuktikan, ternyata tidak ada jenis atau jumlah makanan ataupun minuman tertentu yang memengaruhi volume ASI.

Jadi, mama menyusui boleh makan apa saja asalkan mengikuti komposisi gizi seimbang dan makanan yang dikonsumsi tidak mengandung zat berbahaya untuk kesehatan

3. Pandangi dan Usap Kulit Bayi

Agar aktivitas menyusui tidak terasa berat, Mama dapat memfokuskan perhatian pada bayi. Pandangi dan usap-usap kulitnya sehingga tercipta kedekatan emosional (bonding) antara Mama dan bayi. Selama menyusui, hormon prolaktin dan oksitosin turut diproduksi dan membuat Mama merasa nyaman.

4. Menyenangkna Diri Sendiri

Di sela-sela kesibukan mengurus si kecil, Mama dapat melakukan sesuatu guna menyenangkan diri sendiri. Misalnya, mengobrol dengan sahabat, melakukan perawatan diri di salon, atau membeli makanan favorit. Mama yang bahagia, tubuhnya dibanjiri oleh hormon oksitosin sehingga produksi ASI lebih melimpah.

5. Rutin Menyusui, Memompa dan Memerah ASI

Bila kondisi Mama tidak memungkinkan untuk menyusui bayi terus-menerus, misalnya, karena Mama harus bekerja, ASI dapat dipompa menggunakan alat khusus atau diperah dengan tangan.

Pada prinsipnya, semakin sering ASI dikeluarkan, produksinya akan semakin melimpah.

6. Cari Posisi Aman

Pastikan Mama duduk atau tiduran dengan nyaman, lalu dekap atau gendong bayi hingga mukanya menghadap ke payudara Mama dan badan bayi menghadap ke badan Mama.

Bila kepala bayi lebih rendah dari payudara Mama sehingga ia harus mendongak saat menyusu, berarti posisi sudah benar.

7. Pelekatan Tepat

Pelekatan yang benar adalah mulut bayi menutupi hampir semua areola (bagian atas masih terlihat lebih banyak dibandingkan bagian bawah), bibirnya terlipat ke luar dan bukan ke dalam, serta dagu bayi menempel pada payudara Mama.

Pelekatan yang tepat ini juga dapat menghindari timbulnya lecet pada payudara.

8. Menyusui di Malam Hari

Jika bayi terbangun di malam hari, segera susui. Pasalnya, sebagaimana tertera dalam situs Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), salah satu hormon yang turut lancarkan produksi ASI, yakni prolaktin, lebih banyak diproduksi di waktu malam.
(De)
Komentar