Cara Melakukan Salat Gerhana

Cara Melakukan Salat GerhanaIlustrasi @mutiarapublic.com
Indonesia akan menjadi negara spesial pada hari Rabu (9/3) besok karena menjadi satu-satunya daratan yang bisa menyaksikan Gerhana Matahari Total.

Saat terjadi fenomena langka ini, umat Islam dianjurkan melakukan salat sunah Gerhana. Salat ini disebut salat kusuf karena berkaitan dengan matahari. Dalam sebuah hadist yang diriwayatkan Muslim dari Aisyah:

"Aisyah radhiyallahu 'anha menuturkan bahwa pada zaman Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam pernah terjadi gerhana matahari. Beliau lalu mengutus seseorang untuk menyeru 'Ash sholatu jami'ah' (mari kita lakukan shalat berjama'ah). Orang-orang lantas berkumpul. Nabi lalu maju dan bertakbir. Beliau melakukan empat kali ruku' dan empat kali sujud dalam dua raka'at."

Dari hadist yang diriwayatkan Bukhari dari Aisyah:

"Aisyah menuturkan bahwa gerhana matahari pernah terjadi pada masa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam. Lantas beliau shallallahu 'alaihi wa sallam bangkit dan mengimami manusia dan beliau memanjangkan berdiri. Kemudian beliau ruku' dan memperpanjang ruku'nya. Kemudian beliau berdiri lagi dan memperpanjang berdiri tersebut namun lebih singkat dari berdiri yang sebelumnya. Kemudian beliau ruku' kembali dan memperpanjang ruku' tersebut namun lebih singkat dari ruku' yang sebelumnya. Kemudian beliau sujud dan memperpanjang sujud tersebut. Pada raka'at berikutnya beliau mengerjakannya seperti raka'at pertama. Lantas beliau beranjak (usai mengerjakan salat tadi), sedangkan matahari telah nampak."



Dari dua hadist tersebut, ulama menyimpulkan tata cara Salat Gerhana yang harus dilakukan, yakni dengan diawali dengan niat untuk melaksanakan salat gerhana.

Setelah itu takbiratul ikhram seperti biasa, dilanjutkan membaca doa iftitah dan disambung Surat Al Fatihah dan Surat pendek (jika bisa Surat As Syam yang berkaitan dengan Matahari).

Selanjutnya adalah Ruku' lalu I'tidal, kemudian tidak langsung sujud melainkan kembali membaca surat Al Fatihah dan Surat pendek. Setelah itu baru sujud.

Setelah Sujud adalah duduk di antara dua sujud, lalu sujud kembali dan berdiri untuk memulai rakaat kedua. Rakaat kedua dilakukan berdasarkan cara yang sama dengan rakaan pertama sampai diakhiri salam.

Salat Gerhana boleh menggunakan khutbah atau tidak. Namun yang perlu diingat adalah salat Gerhana harus dilakukan jika matahari sudah benar-benar dalam keadaan tertutup total. Batas Salat Gerhana adalah ketika matahari sama sekali tidak tertutup Bulan.
mks