Tanya Gaji Tak Dibayar 3 Tahun, Guru Honorer di NTT Dipecat

Tanya Gaji Tak Dibayar 3 Tahun, Guru Honorer di NTT DipecatYati dipecat karena menuntut haknya @kompas.com

Adi Meliyati Tameno alias Yati, guru honorer yang mengajar di SDN Oefafi, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) mengalami ketidakadilan. Yati dipecat sebab menanayakan gajinya yang tidak dibayar kepada bendahara dana BOS.

Tak hanya itu, Yati yang sudah mengajar selama tujuh tahun itu juga dilaporkan polisi karena dituding mencemarkan nama baik sehingga kasus pemecetan ini terendus media massa.

Yati sendiri digaji sebesar Rp 250 ribu per bulan yang dia terima setiap 3 bulan sekali.

Namun sejak kepala sekolah diganti tiga tahun lalu, Yati tak pernah digaji. Dia mengaku tidak bermaksud menyinggung perasaan kepala sekolah atau bendaraha saat menanyakan haknya tersebut.

"Setelah saya SMS menanyakan soal gaji saya ke bendahara sekolah, keesokan harinya kepala sekolah langsung datang dan marah-marah dan langsung memecat saya tanpa ada melalui rapat atau surat tertulis," tutur Yati, dilansir dari Kompas, Minggu (6/3).

Meski sudah dipecat, Yati tetap mendatangi SD tempat dia mengajar untuk mencari kejelasan haknya. Sayangnya, Yati justru diusir oleh kepala sekolah Oktovianus Sinlae.

Mendapat perlakuan seperti ini, wanita lulusan SMA ini hanya pasrah dan menangis. Dia mengingat anak didiknya yang terlantar dan tak terurus.

"Saya mengajar di sekolah itu dari tahun 2009. Ada teman guru yang datang ajak kembali sekolah karena kasihan anak-anak, tapi saya takut kepala sekolah. Niat saya untuk kembali mengajar besar sekali, karena kalau saya tidak ada begini, pasti anak-anak hanya bisa bermain," kata Yati bercerita sambil mengusap air mata.

Secara terpisah, Bupati Kabupaten Kupang Ayub Titu Eki mengaku telah menerima informasi mengenai hal ini.

"Saya telah melakukan koordinasi dengan kepala Dinas Pendidikan untuk melihat persoalan ini. Namun, saya kecewa karena sudah tiga bulan persoalan ini belum juga selesai," kata Ayub.

Nay