Tayangkan Kekerasan, Kabar Terkini TV One Ditegur KPI

Tayangkan Kekerasan, Kabar Terkini TV One Ditegur KPIBerita Terkini TV One @youtube.com
Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat kembali memberi teguran kepada tayangan televisi yang dianggap tidak mengindahkan P3 dan SPS yang telah ditetapkan. Kini giliran acara berita Kabar Terkini di TV One yang ditegur KPI.

Tertanggal (1/3), KPI menjelaskan bahwa tayang berita Kabar Terkini telah melanggar prinsip jurnalistik. KPI menemukan pelanggaran pada tayangan 15 Februari 2016 lalu.

"Komisi Penyiaran Indonesia Pusat (KPI Pusat) berdasarkan kewenangan menurut Undang-Undang No. 32 Tahun 2002 tentang Penyiaran (UU Penyiaran), pengaduan masyarakat, pemantauan dan hasil analisis telah menemukan pelanggaran Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran (P3 dan SPS) KPI Tahun 2012 pada Program Siaran Jurnalistik Kabar Terkini yang ditayangkan oleh stasiun TV ONE pada tanggal 15 Februari 2016 mulai pukul 20:58 WIB," bunyi surat teguran KPI. "Program tersebut memberitakan peristiwa bentrok pedagang kaki lima di Hongkong yang memperlihatkan seorang petugas keamanan dilempari oleh warga dalam keadaan tergeletak di jalan. Jenis pelanggaran ini dikategorikan sebagai pelanggaran atas ketentuan prinsip-prinsip jurnalistik, yakni menonjolkan unsur kekerasan."

Hingga kini KPI baru memberikan teguran tertulis. Tetapi KPI meminta Kabar Terkini nantinya tak lagi mengulangi pelanggaran yang sama.

"KPI Pusat memutuskan bahwa program jurnalistik tersebut telah melanggar Pedoman Perilaku Penyiaran Komisi Penyiaran Indonesia Tahun 2012 Pasal 22 Ayat (3) serta Standar Program Siaran Komisi Penyiaran Indonesia Tahun 2012 Pasal 40 huruf a. Atas dasar tersebut, KPI Pusat menjatuhkan sanksi administratif Teguran Tertulis," imbuh KPI. "Saudara wajib menjadikan P3 dan SPS KPI Tahun 2012 sebagai acuan dalam penayangan sebuah program siaran. Demikian agar sanksi administratif teguran tertulis ini diperhatikan dan dipatuhi. Terima kasih."
hdk