Muslim Non Muhrim di Malaysia Dilarang Naik Motor Boncengan

Muslim Non Muhrim di Malaysia Dilarang Naik Motor BoncenganIlustrasi @kaskus.co.id

Negara Bagian Kelantan, Malaysia berencana melarang warga muslim membonceng wanita yang bukan muhrimnya. Selain itu, otoritas juga melarang pria dan wanita non muhrim berduaan saat salat tiba.

Menteri Besar Ahmad Yakob mengatakan, undang-undang baru itu akan menghentikan segala bentuk kegiatan tidak Islami.

"Meski anak muda yang berkeliaran itu tidak banyak tapi kita perlu memperketat aturan. Hal ini sejalan dengan program Departemen Pengembangan Islam Dewan Kota Baru yang ingin mengawasi perbuatan tidak sehat di antara kaum muda," kata dia usai rapat anggota dewan Rabu lalu, dilansir dari Asia One, Jumat (4/3).

Ahmad menuturkan, pemerintah prihatin dengan banyaknya anak muda yang belum menikah namun naik motor berduaan.

"Sekarang banyak pasangan belum menikah yang naik motor berduaan dan ini harus dibatasi," kata dia.

Sebelumnya, tahun 2010 silam dewan Kota Baru sudah menerapkan aturan pemisahan tempat kasir bagi kaum laki-laki dan perempuan di toko swalayan.

Selanjutnya di tahun 2014, warga muslim diwajibkan memakai pakaian syariah di tempat kantor, toko-toko, dan pasar. Muslimah yang kedapatan tidak memakai jilbab atau baju ketat dikenai denda Rp 1,5 juta.

Nay