Kakek Penjual Sapu Ini Berpenghasilan Maksimal Rp 15 Ribu Sehari

Kakek Penjual Sapu Ini Berpenghasilan Maksimal Rp 15 Ribu SehariAbah Sardi (paling kiri) @facebook.com
Jika seharusnya masa tua digunakan untuk beristirahat dan melihat anak-anaknya bahagia. Hal ini sepertinya tak berlaku bagi kakek bernama Abah Sardi ini.

Kisah penjual pisang yang berkeliling di pinggir jalan Desa Karang Tengah, Cibadak, Sukabumi ini diceritakan oleh seorang pengguna Facebook bernama Kenzo Di Ambrosini.

Dalam status Facebook-nya, Kenzo menulis, "Alhamdulillah habis dagangannya ya Bah, Sehat terus Abah. Tuhan, sudah sepuh si Abah."



Netizen yang melihat postingan itu langsung membeludak di kolom komentar. Banyak yang terenyuh dengan perjuangan keras sang kakek.

"Abah yang masih mau usaha ini lebih mulia daripada yang hanya minta-minta. BTW abah ini juga jihad," ujar akun Syam Irawan. "Semoga sehat abah dan Allah selalu melindungi abah amiinn," sahut Cabie Joe.

Bahkan, beberapa netizen sampai menindaklanjutinya dengan mengunjungi tempat tinggal Abah Sardi di Desa Cipetir, Sukabumi. Kakek tersebut ternyata menumpang tinggal di rumah seorang warga bernama Parman dan istrinya, Iyah.



Dari kunjungan inilah diketahui bahwa abah Sardi tidak hanya menjual pisang, melainkan juga sapu lidi yang harganya hanya Rp 1.000 tiap ikat.

Asep Iwan Firmansyah yang berkunjung mengatakan, "Dalam satu hari abah paling bayak bawa sapu sekitar 10 sampai 15 ikat sapu berarti penghasilan abah sardi dalam satu hari Rp 15 ribu itu pun kalau habis semua terjual."

"Kadang-kadang dalam satu hari cuman bisa terjual 5 ikat sapu. Kesehatan abah sudah mulai menurun terbukti tadi siang abah lagi berjualan tiba-tiba ada yang dirasakan yaitu sakit pada lambung serta pendengarannya pun sudah tidak normal," tutupnya.
mks