Gila! Kulit Kabel Sumbat Selokan di DKI Sudah 11 Truk

Gila! Kulit Kabel Sumbat Selokan di DKI Sudah 11 TrukSisa kabel yang menyumbat selokan diperkirakan masih banyak @liputan6.com

Petugas Suku Dinas (Sudin) Tata Air Jakarta Pusat hingga kini sudah mengangkut sebanyak 11 truk sampah bungkus kabel dari saluran drainase di Jl Medan Merdeka Selatan. Limbah ini kemudian diangkut ke tempat penampungan di Bendungan Hilir (Benhil), Jakarta Pusat.

"Dari hari Rabu sampai sekarang udah 11 truk ada. Kemarin 9 truk, sekarang 3 truk," kata staf Sudin Tata Air Jakarta Pusat, Satino.

Sampah-sampah bungkus kabel ini diangkut di gorong-gorong di persimpangan lampu merah Jl Medan Merdeka Selatan atau berdekatan dengan gedung Kementerian ESDM.

Kepala Dinas Tata Air DKI Jakarta Teguh Hendarwan mengatakan, hingga kini belum tahu siapa pemilik limbah kabel itu sebab tidak ada laporan dari pihak yang kehilangan.

kabel-selokan.

"Logikanya, kalau hilang, berarti ada laporan. Namun, kami sudah mengecek ke kepolisian. Mereka bilang, belum ada yang menerima laporan apa pun," kata Teguh.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama menunjukkan foto sebuah mobil truk yang berisi sisa kabel.

"Ini gila! Merdeka Selatan waktu itu ada wartawan tanya sama saya kenapa masih tenggelam. Saya bilang, harusnya enggak mungkin tenggelam kecuali ada hambatan. Kalian lihat ini (sambil menunjukkan foto). Ini semua bungkus kabel dimasukin ke got. Nah, ini perbuatan siapa? Kami enggak bisa ngomong, tetapi satu truk sudah kami angkut," kata Ahok di RPTRA Amir Hamzah, Menteng.

Ahok menduga ada pihak yang berusaha menyabotase saluran air itu sehingga memicu banjir di jalan depan Istana Merdeka.

Temuan limbah kabel itu masih diselidiki oleh Polda Metro Jaya. "Tim masih di lapangan, masih cek temuan-temuan itu," kata Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda Metro Jaya Komisaris Besar Mujiyono.

Terkait adanya dugaan pidana dari temuan itu, dia mengatakan tergantung dari langkah yang dilakukan penyidik.

"Tegantung temuan di lapangan oleh penyidik. Nanti kalau ada pihak terkait itu akan kita panggil dan periksa," ujar Mujiyono. Demikian dilansir dari berbagai sumber.

Nay