Cerita Insipiratif Yuda Satria, Anak Pemulung Jadi Polisi

Cerita Insipiratif Yuda Satria, Anak Pemulung Jadi PolisiYuda berhasil mewujudkan cita-citanya jadi polisi @suara.com

Dari ribuan pendaftar seleksi Tamtama Polri di Polda Jatim 2015, hanya 152 peserta yang dinyatakan lolos. Salah satunya Yuda Satria, pemuda 21 tahun asal Bangah, Kecamatan Waru, Sidoarjo.

Yuda mencuri perhatian karena latar belakangnya. Diketahui, Yuda berasal dari keluarga sederhana. Bahkan, sedari kecil dia terbiasa memulung membantu orangtuannya untuk bertahan hidup dan membiayai sekolah.

"Sejak kecil saya sudah bercita-cita menjadi polisi. Saya sangat bersyukur bisa lolos seleksi dan mengikuti pendidikan. Saya berharap semua berjalan lancar dan saya bisa mengabdi ke negara dengan menjadi anggota Polri," ujar Yuda saat berbincang dengan Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Raden Prabowo Argo Yuono beberapa waktu lalu.

Putra pasangan suami istri asal Padang, Sunaryo (56) dan Riniwati (53) ini memilki tiga saudara. Dua kakaknya, Silvia Halim (27), dan Riri Andangsari (25), tinggal di Padang. Sedangkan adiknya, Joko Antonio (19) yang masih SMA, tinggal bersama dia dan ibunya di Waru, Sidoarjo.

"Saat saya kelas 2 SD, kami ditinggal oleh ayah. Karena pekerjaan ibu hanya sebagai tukang cuci, saya bersama saudara saya harus ikut bekerja untuk biaya hidup. Sejak itu saya menjadi pemulung agar bisa tetap sekolah," cerita Yuda.

Menurut Kabid Humas Polda Jawa Timur, Kombes Pol R Prabowo Argo Yuwono, saat ini Yuda berserta 151 lulusan yang lain diberangkatkan ke Mojokerto untuk mengikuti pendidikan di Sekolah Polisi Negara (SPN).

"Sekarang sudah di Jakarta (Mabes Polri). Semuanya sudah ditampung di Jakarta sekarang," ujar Pol R Prabowo Argo Yuwono.

Argo mengungkapkan jika Yuda adalah contoh pemuda inspiratif. Dia tak pernah menyerah pada nasibnya meski terlahir dari keluarga miskin.

"Dengan kondisi seperti itu, dia masih mampu dan bersemangat. Tidak minder dengan peserta lainnya. Ini menjadi pelajaran penting bagi masyarakat, untuk menjadi polisi, bisa berangkat dari kalangan manapun, tak peduli miskin atau kaya, semuanya bisa mungkin jadi polisi," ucap Argo.

Dengan diterimanya Yuda di Kepolisian, dia mengaku senang dan mengatakan akan menjadi tumpuan keluarganya.

"Waktu itu, dia (Yuda) mengaku tidak menyangka bisa lolos masuk jadi polisi. Dengan bisa menjadi polisi, dia mengaku akan menjadi tumpuan bagi keluarganya. Saat ikut pendidikan, ibunya bekerja sendirian menghidupi anak-anaknya yang lain," kata anggota polisi di internal bidang kehumasan. Demikian dilansir dari berbagai sumber.

Nay