Di Inggris, Pengemis Bisa Hasilkan Rp 9,3 Juta Per Hari

Di Inggris, Pengemis Bisa Hasilkan Rp 9,3 Juta Per HariIlustrasi pengemis di Inggris @dailymail.co.uk
Tak hanya di Indonesia, ternyata beberapa pengemis di Inggris juga berpura-pura sebagai tunawisma. Yang mengejutkan lagi, mereka dapat menghasilkan uang sekitar £ 500 atau Rp 9,3 juta per hari.

Seperti salah satu pria yang mengemis di pusat Kota Wolverhampton, di West Midlands. Dia mengatakan, bisa mendapatkan 2.500 pound sterling atau sekitar Rp 46,6 juta. Pendapatannya bahkan disebut lebih rendah dari gaji Perdana Menteri David Cameron.

Anggota dewan buruh Steve Evans mengatakan, pria itu memiliki rumah, tapi dia berpura-pura sebagai tunawisma. Informasi penghasilannya sampai ke petugas lingkungan setempat.

"Kami tidak tahu dia tunawisma karena dia memiliki alamat dan tempat tinggal yang layak. Namun pada jam sibuk, dia terlihat di tengah-tengah pusat kota dan duduk di sana setiap hari," ujar Evans, seperti dimuat Dailymail, Selasa (1/3).

Menurutnya, pria tersebut begitu memanfaatkan kemurahan hati pekerja yang memiliki upah sekitar Rp 300 juta per tahun. Kebanyakan pengemis menginginkan uang hanya untuk membeli alkohol.

"Pengemis masih ada di sini. Siapa pun yang datang ke pusat kota dan belanja akan didatangi pengemis. Mereka berusaha mendapatkan uang untuk membeli alkohol. Beberapa di antaranya telah kami tangkap," katanya.

Evan juga menuturkan bahwa dirinya ingin mendorong pemerintah untuk membawa pengemis-pengemis yang berbohong tersebut ke pengadilan. Namun seorang pengemis (28) berkomentar bahwa beberapa pengemis sunguh tidak memiliki uang dan bukan untuk membeli alkohol.

"Kami malu mengemis. Tapi ada beberapa pengemis yang memanfaatkan orang dan mengambil keuntungan dari kemurahan hati mereka," ujarnya.

Pemerintah Inggris sendiri sebelumnya telah mengeluarkan peraturan mengemis dalam Undang-Undang Vagrancy 1824. Pemerintah menilai mengemis merupakan suatu pelanggaran dan dapat ditangkap dan dipenjara.
De