Pemerintah Australia Minta Jessica Tak Dihukum Mati

Pemerintah Australia Minta Jessica Tak Dihukum MatiJessica Wongso @kompas.com

Polisi Federal Australia (AFP) bersedia membantu Polda Metro Jaya memperkuat bukti pembunuhan Wayan Salihin Mirna dengan tersangka Jessica Kumala Wongso. Jessica sendiri berstatus residen permanen alias penduduk tetap di Negeri Kanguru.

Menteri Kehakiman Australia Michael Keenan, menyampaikan pihaknya memberi izin kepada AFP untuk membantu tim penyelidik Indonesia menelusuri latar belakang Jessica dan mencari kemungkinan bukti lain.

Keenan juga mengungkapkan, pihaknya bersedia bekerjasama dengan penyidik Indonesia setelah Jessica dipastikan tak akan diganjar hukuman mati.

Sementara itu, Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Komisaris Besar Krishna Murti enggan berkomentar soal informasi tersebut. Sebab, menurut dia, mustahil pihaknya dapat menjamin hasil akhir putusan pengadilan.

"Mana bisa Polda menjamin, yang jamin pemerintah," katanya, dilansir dari Tempo, Senin (29/2).

Kepolisian juga menolak membeberkan alat bukti dan bantuan AFP untuk memperkuat titik terang kasus ini. Pekan lalu, Krishna dan beberapa orang tim penyidik terbang ke Australia terkait hal ini.

Jessica yang diduga membunuh Mirna di Kafe Olivier, Mal Grand Indonesia, 6 Januari 2016 itu berstatus tersangka sejak 29 Januari 2016. Dia dijerat Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara dan maksimal hukuman mati.

Nay