Ending Kasus Engeline, Margriet Divonis Seumur Hidup

Ending Kasus Engeline, Margriet Divonis Seumur HidupMargriet C Megawe @tribunnews.com

Margriet C Megawe, terdakwa dalam kasus pembunuhan anak angkatnya, Engeline, 9 divonis hukuman seumur hidup oleh tim majelis hakim PN Denpasar.

Ketua tim majelis hukum, Edward Haris Sinaga menyatakan, terdakwa terbukti dalam pembunuhan berencana ini. Vonis ini sama dengan tuntutan jaksa.

"Dengan ini terbukti menjatuhkan pidana pada terdakwa Margriet yaitu seumur hidup. Putusan ini diperkuat dengan fakta dan bukti. Dengan dibacanya putusan maka pemeriksaan selesai," kata Edward sambil mengetok palu hakim, Senin (29/2).

Edward memberi waktu kepada terdakwa dan kuasa hukumnya untuk banding jika putusan itu dinilai tidak adil.

"Jika merasa tidak adil silakan banding," imbuh Edward.

Selepas sidang, anak Margriet, Yvone menyatakan akan melakukan banding atas putusan hakim. "Kami ajukan banding karena semua tidak sesuai fakta," tegasnya.

Sementara itu, terdakwa lain dalam kasus pembunuhan Engeline, yakni Agus Tay Handa May divonis penjara 10 tahun.

"Menjatuhkan hukuman 10 tahun penjara," ucap Edward.

Vonis yang dijatuhkan untuk Agustay lebih ringan dari tuntutan jaksa yang menjeratnya dengan hukuman 12 tahun penjara. Majelis menganggap Agustay terbukti dan meyakinkan mengetahui adanya pembunuhan berencana sesuai Pasal 340 KUHP juncto Pasal 56 KUHP.

Meski demikian, sejumlah faktor membuatnya memperoleh keringanan hukuman.

"Hal yang meringankan karena terdakwa jujur dan keterangannya bisa membongkar pelaku utama (pembunuhan bocah Angeline). Terdakwa juga berlaku sopan selama sidang," urai Edward.

Adapun hal yang memberatkan, ujar Edward, perbuatan terdakwa dapat meresahkan masyarakat. "Perbuatan terdakwa meresahkan masyarakat," ucap Edward.

Usai mendengar putusan majelis hakim, Agustay sujud syukur di ruang sidang. Setelah itu dia memeluk dua kuasa hukumnya, Hotman Paris Hutapea dan Haposan Sihombing. Demikian dilansir dari berbagai sumber.

Nay