Alasan Brigadir Petrus Mutilasi 2 Anaknya Turuti Bisikan Baib

Alasan Brigadir Petrus Mutilasi 2 Anaknya Turuti Bisikan BaibBrigadir Petrus sakit mental @merdeka.com

Kasus pembunuhan disertai mutilasi yang dilakukan oleh anggota Satuan Intelkam Polres Melawi, Brigadir Petrus Bakus, terhadap dua anaknya, F (5) dan A (3) sedang ditangani oleh Polda Kalimantan Barat.

"Pelaku mengatakan bahwa apa yang terjadi pada dirinya adalah sudah kehendak Tuhan, sejak ia lahir dari rahim ibunya," jelas Kapolda Kalimantan Barat, Brigadir Jenderal Polisi Arief Sulistyanto.

Dari keterangan pelaku, polisi akan melakukan tes kejiwaan oleh psikiater.

"Dilaporkan selama ini yang bersangkutan tidak ada masalah dalam kedinasan," lanjut Arief.

Arief juga menyebut jika pelaku sempat menunjukkan gelagat aneh. Menurut pengakuan sang istri, Windri, pelaku selalu bicara ngawur. Kepada penyidik, Petrus juga mengakui jika perbuatan kejamnya itu atas petunjuk bisikan gaib.

Sementara itu, pelaku Petrus kini diamankan di sel Polres Melawi.

Peristiwa pembunuhan itu dilakukan Petrus, Jumat dini hari kemarin di asrama Polres Melawi, Gang Darul Falah, Desa Faal, Kecamatan Nanga Pinoh.

Dilaporkan jika Petrus mengidap penyakit mental yang menyerang otak dinamakan schizophrenia.

Schizophrenia adalah penyakit otak kronik, yang menyebabkan kinerja otak tidak berfungsi dengan baik. Pengidap penyakit ini, biasanya mengalami gejala seperti mendengar suara di dalam kepalanya. Demikian dilansir dari berbagai sumber.

Nay