Di Inggris, Sarjana Ilmu Komputer Kesulitan Cari Kerja

Di Inggris, Sarjana Ilmu Komputer Kesulitan Cari KerjaIlustrasi ahli komputer @npinc.ca
Seorang calon profesor Ilmu Komputer dari Universitas Oxford di Inggris, Nigel Shadbolt mengatakan jika satu dari sepuluh orang sarjana komputer di Inggris mengaku kesulitan mendapat pekerjaan setelah lulus 6 bulan dari perguruan tinggi, dilansir The Register.

Angka pengangguran di Inggris sejatinya sudah turun mencapai 16 persen. Namun angka pengangguran sarjana komputer di sana membengkak pada keseluruhan kategori Iptek, Teknik dan Matematika. Angka pengangguran dari tiga kategori itu mencapai 6 persen.

Di sisi lain, seperti data yang dikemukakan Higher Education Statistics Agency, tertulis bahwa sarjana komputer dalam beberapa tahun terakhir telah memuncaki jumlah lulusan dengan tingkat pengangguran yang rendah.

Namun tingginya celah kemampuan dari setiap lulusan membuat pengangguran semakin bertambah di tahun-tahun selanjutnya. Stereotip mengatakan jika lulusan Ilmu Komputer tidak terlalu ahli dalam wawancara kerja yang membuat mereka akhirnya gagal mendapatkan pekerjaan.

Dalam jurnal The Shadbolt Computer Science Degree Accreditation and Graduate Employablity milik Shadbolt, dikatakan jika perusahaan bidang teknologi seringkali mencari pekerja yang bisa memposisikan diri.

Namun jurnal itu juga menjelaskan jika sebenarnya yang lebih penting adalah ulasan mengenai bagaimana cara mengembangkan diri dari setiap mahasiswa Ilmu Komputer.

Shadbolt mengatakan, "Kita semua tahu jika semua perusahaan juga membutuhkan karyawan dengan kemampuan berkomunikasi. Ada keyakinan bahwa mereka (perusahaan) tidak cukup dengan hanya kemampuan secara ilmu."
mks