Mekanik Bengkel Tewas Diduga Keracunan Mie Instan

Mekanik Bengkel Tewas Diduga Keracunan Mie InstanIlustrasi @kaskus.co.id

Kasus dugaan keracunan mie instan kembali terjadi. Kali ini dialami oleh Edi Suyanto (43), warga Dusun Krajatan, Desa Rejosari, Kecamatan Bancak, Kabupaten Semarang, tewas usai menikmati mie instan, Rabu (24/2).

Kasat Reskrim Polres Semarang, AKP Herman Sophian, mengatakan, pihaknya telah melakukan penyelidikan kasus ini. Ada tiga dugaan terkait penyebab tewasnya korban.

Pertama, indikasi malpraktik di sebuah klinik di Bringin, Kabupaten Semarang. Kedua, karena risiko medis.

"Dugaan selanjutnya, karena kelalaian korban itu sendiri. Dugaan keracunan karena makan mie instan, sementara belum kami temukan," ujar Herman, dilansir dari Tribunnews.

Penyidik masih menunggu hasil uji laboratorium serta autopsi Tim Forensik Polda Jateng terhadap korban di Rumah Sakit Bhayangkara Semarang.

Dari keterangan saksi, sebelum tewas, Edi yang berprofesi sebagai mekanik di bengkel itu sempat membeli obat pereda sakit kepala dan minuman bersoda. Polisi belum mendalami laporan ini.

Korban sendiri setelah makan mie instan sempat kembali bekerja di bengkelnya. Namun pada pukul 13.00 WIB, dia memutuskan pulang karena sakit di dada. Keluarga sempat mengerokinya, namun karena kondisinya tak kunjung membaik akhirnya Edi dibawa ke klinik di Bringin.

Di klinik ini, Edi disuntik dan diinfus oleh petugas medis. Selang lima menit kemudian, tubuh korban kejang-kejang dan hidungnya mengeluarkan darah.

Dugaan malpraktik ini, ujar Herman, karena klinik yang memeriksa korban belum berizin.

"Apabila dari ketiganya ada titik terang, itu yang akan kami lebih dalami lagi. Dari keterangan keluarga, sejauh ini yang bersangkutan tidak ada riwayat penyakit tertentu," jelas dia.

Nay